Bupati Tangerang Jumling di Gunung Kaler, Ungkap Dampak Banjir dan Ajak Warga Gotong Royong

waktu baca 3 minutes
Jumat, 30 Jan 2026 21:58 0 Nazwa

TANGERANG | TD – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid melaksanakan kegiatan Salat Jumat Keliling (Jumling) bersama warga di Masjid Baiturrohman, Kampung Kedung, Kecamatan Gunung Kaler, Jumat (30/1/2026).

Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid menjelaskan bahwa program Salat Jumat berjamaah di desa-desa kembali diaktifkan sejak 2025 dan akan dilaksanakan secara berkesinambungan. Kegiatan ini bertujuan mempererat silaturahmi sekaligus menjadi sarana bagi pemerintah daerah untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung.

“Hari ini kami hadir untuk menjalankan salah satu program, yakni Salat Jumat berjamaah di desa-desa. Alhamdulillah, sejak 2025 silaturahmi ke desa dan kecamatan kembali kami jalankan melalui Jumling. Insyaallah kegiatan ini akan terus berlanjut selama tidak ada agenda kedinasan lain pada hari Jumat,” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Gunung Kaler karena baru dapat melaksanakan Jumling di wilayah tersebut. Hal ini disebabkan oleh berbagai kendala, terutama bencana banjir yang terjadi tidak hanya di Kabupaten Tangerang, tetapi juga melanda sejumlah daerah di Indonesia, seperti Aceh, Medan, Padang, Karawang, Bandung Barat, hingga Pati.

Ia mengungkapkan, dari total 29 kecamatan di Kabupaten Tangerang, sebanyak 27 kecamatan terdampak banjir, sementara dua kecamatan lainnya tidak mengalami kondisi serupa. Menurutnya, situasi ini menjadi ujian bersama yang harus dihadapi dengan kesiapsiagaan dan kerja sama semua pihak.

“Pemerintah daerah terus turun langsung ke lapangan untuk menemui masyarakat sekaligus mencari solusi penanganan banjir. Kami tidak pernah berhenti memberikan pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.

Lebih lanjut, Bupati menyampaikan bahwa Pemkab Tangerang terus melakukan berbagai langkah teknis, termasuk pembangunan pintu air di sejumlah sungai yang meluap akibat tingginya curah hujan. Ia juga mengajak masyarakat untuk kembali menghidupkan semangat gotong royong, khususnya dalam menjaga kebersihan lingkungan, memperbaiki saluran air, dan mengelola sampah dengan tertib.

“Banjir yang terjadi bukan disebabkan oleh tanggul jebol, melainkan karena curah hujan yang tinggi, durasi hujan yang panjang, serta kiriman air dari wilayah hulu. Sebagai daerah hilir, Kabupaten Tangerang tentu menerima dampak yang cukup besar,” jelasnya.

Bupati Maesyal Rasyid juga menyampaikan bahwa Gubernur Banten telah melakukan peninjauan serta koordinasi bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan para kepala daerah di wilayah Tangerang Raya guna meminimalisir dampak banjir serta merumuskan solusi jangka panjang.

“Berdasarkan informasi yang kami terima, banjir kali ini termasuk dalam siklus seratus tahunan dengan intensitas hujan yang sangat tinggi dan merata. Mudah-mudahan dengan kesiapsiagaan dan semangat gotong royong, dampaknya dapat diminimalisir,” katanya.

Ia menambahkan, berdasarkan data yang diterima, terdapat 102 desa di 27 kecamatan yang terdampak banjir. Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Dinas Sosial dan perangkat daerah terkait telah menyalurkan bantuan dan melakukan pendampingan langsung kepada warga terdampak.

Usai melaksanakan Salat Jumat berjamaah di Kecamatan Gunung Kaler, Bupati Tangerang melanjutkan agenda dengan meninjau lokasi banjir di Kecamatan Kresek, khususnya di sekitar Pondok Pesantren Subulussalam.

“Kami ingin memastikan kehadiran pemerintah di tengah masyarakat, baik di kecamatan maupun desa, dalam menghadapi persoalan banjir. Mari kita berdoa kepada Allah SWT, hujan adalah rahmat, semoga air segera surut dan Kabupaten Tangerang ke depan terhindar dari banjir,” pungkasnya. (*)

LAINNYA