
Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid bersama jajaran menghadiri peringatan Hari Santri 2026 di Lapangan Raden Aria Yudhanegara, Puspemkab Tangerang, Kamis (22/10/2026). Pada kesempatan tersebut, Maesyal menyampaikan rencana mengupayakan kuliah gratis bagi guru Madrasah Diniyah Takmiliyah dan santri lulusan SMA atau sederajat melalui proses seleksi. (Foto: Ist) TANGERANG | TD – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang berupaya memperluas akses pendidikan tinggi bagi kalangan pesantren. Salah satu langkah yang direncanakan adalah mengupayakan program kuliah gratis bagi guru Madrasah Diniyah Takmiliyah dan santri lulusan SMA atau sederajat melalui proses seleksi.
Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid mengatakan, rencana tersebut menjadi bagian dari perhatian pemerintah daerah terhadap pendidikan keagamaan, khususnya dalam membuka kesempatan bagi guru madrasah dan santri untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.
Hal itu disampaikannya seusai Upacara Hari Santri 2026 di Lapangan Raden Aria Yudhanegara, Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang, Kamis (22/10/2026).
Maesyal menjelaskan, pelaksanaan program tersebut akan dibahas bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan anggota DPRD Kabupaten Tangerang. Pembahasannya akan mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah agar program yang direncanakan dapat disesuaikan dengan kondisi anggaran.
“Insyaallah, kita akan rumuskan bersama TAPD dan teman-teman dewan, tentunya disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah. Kita ingin memberikan perhatian lebih kepada santri, termasuk anak-anak yang bersekolah di madrasah swasta,” ujar Maesyal.
Rencana kuliah gratis tersebut menjadi salah satu upaya untuk memperluas kesempatan pendidikan bagi kelompok yang berperan dalam pendidikan keagamaan. Guru Madrasah Diniyah Takmiliyah dan santri lulusan SMA atau sederajat menjadi kelompok yang disebut dalam rencana program tersebut.
Meski demikian, Pemkab Tangerang masih perlu merumuskan mekanisme pelaksanaan, termasuk proses seleksi bagi calon penerima manfaat. Penyesuaian terhadap kemampuan keuangan daerah juga menjadi pertimbangan sebelum program direalisasikan.
Upaya tersebut sejalan dengan perhatian Pemkab Tangerang terhadap pendidikan keagamaan yang tidak hanya menyangkut kegiatan belajar di lingkungan pesantren, tetapi juga kesempatan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Maesyal berharap perhatian terhadap santri dan lembaga pendidikan keagamaan dapat terus diperkuat melalui program yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat serta kemampuan pemerintah daerah.
Melalui momentum Hari Santri 2026, Pemkab Tangerang menegaskan komitmennya untuk terus mengupayakan dukungan bagi pendidikan keagamaan. Rencana kuliah gratis bagi guru madrasah dan santri pun menjadi salah satu program yang akan dibahas lebih lanjut sebelum ditetapkan pelaksanaannya. (*)