
Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, menyampaikan sambutan saat membuka Festival Budaya Pakuhaji di halaman Kantor Kecamatan Pakuhaji, Sabtu (17/10/2026). Kegiatan ini menjadi wadah pelestarian budaya sekaligus mendorong pemberdayaan UMKM lokal untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. (Foto: Ist) TANGERANG | TD — Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, mendukung penyelenggaraan Festival Budaya Pakuhaji sebagai upaya melestarikan tradisi sekaligus mendorong pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal. Kegiatan yang digelar di halaman Kantor Kecamatan Pakuhaji, Sabtu (17/10/2026), tersebut menjadi wadah bagi masyarakat untuk menampilkan kreativitas dan mengembangkan potensi ekonomi daerah.
Saat menghadiri sekaligus membuka festival, Maesyal menilai kegiatan tersebut mencerminkan kuatnya kebersamaan berbagai elemen masyarakat dalam mendorong kemajuan Kecamatan Pakuhaji.
Menurutnya, keterlibatan unsur pemerintah kecamatan, Majelis Ulama Indonesia (MUI), para kiai, kepala desa, guru, pelajar, kaum perempuan, hingga pengurus RT dan RW menjadi modal penting dalam membangun daerah yang lebih maju, berbudaya, dan sejahtera.
“Alhamdulillah, saya melihat agenda yang luar biasa. Pak Camat Pakuhaji dan Muspika, MUI, para kiai, kepala desa beserta perangkatnya, guru, anak-anak, juga kaum perempuan, RT, RW, seluruh elemen hadir di sini, bergandengan tangan untuk memajukan Kecamatan Pakuhaji supaya lebih sejahtera,” ungkap Maesyal.
Maesyal mengapresiasi Festival Budaya Pakuhaji yang tidak hanya menjadi ruang berkumpul masyarakat, tetapi juga memberikan kesempatan bagi warga untuk menampilkan kreativitas melalui kegiatan bernuansa budaya.
Pertunjukan yang melibatkan anak-anak dan masyarakat menjadi bagian dari upaya memperkuat kebersamaan sekaligus menumbuhkan motivasi untuk berpartisipasi dalam pembangunan daerah.
Ia berharap semangat gotong royong yang terlihat dalam penyelenggaraan festival dapat terus dipertahankan, sehingga berbagai potensi lokal di Kecamatan Pakuhaji semakin berkembang.
Selain pelestarian budaya, pemberdayaan UMKM menjadi salah satu perhatian dalam Festival Budaya Pakuhaji. Kehadiran pelaku usaha lokal dinilai memberikan peluang untuk memperkenalkan produk sekaligus meningkatkan pendapatan melalui aktivitas ekonomi selama kegiatan berlangsung.
Maesyal berharap partisipasi pelaku UMKM dapat memberikan hasil positif bagi usaha mereka, termasuk melalui peningkatan penjualan selama festival.
“UMKM-nya bisa hadir memberikan kontribusi untuk meningkatkan perekonomian. Mudah-mudahan selama kegiatan hari ini semua barang-barangnya habis, pendapatannya meningkat,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan yang menggabungkan unsur budaya dan ekonomi masyarakat seperti ini dapat memberikan manfaat lebih luas apabila didukung oleh kolaborasi berbagai pihak.
Festival Budaya Pakuhaji juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-34 Kecamatan Pakuhaji. Kegiatan tersebut sekaligus memeriahkan HUT ke-394 Kabupaten Tangerang dan Hari Santri 2026.
Maesyal menyampaikan terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat dan pihak yang telah berkontribusi dalam menyelenggarakan kegiatan tersebut.
“Saya, atas nama pemerintah daerah, mengucapkan terima kasih. Kecamatan Pakuhaji telah melaksanakan rangkaian HUT ke-394 Kabupaten Tangerang yang disatukan dengan HUT Kecamatan Pakuhaji yang ke-34 dan juga Hari Santri,” ucapnya.
Ia berharap kebersamaan yang terbangun melalui festival dapat terus diperkuat untuk mendukung kemajuan Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, dan Provinsi Banten. Dengan demikian, pelestarian budaya dan pengembangan UMKM dapat berjalan beriringan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (*)