KRIPTO | TD – Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin kembali menunjukkan taringnya. Bukan sekadar naik atau turun, tetapi bergerak dengan kecepatan tinggi dan arah yang membingungkan. Sehingga lebih dari Rp. 12 triliun dana trader hangus di pasar derivatif. Peristiwa ini jadi salah satu momentum paling brutal sepanjang pertengahan tahun 2025.
Satu kalimat singkat untuk menggambarkan situasi ini: Sapu atas dan bawah. Tidak ada yang aman. Yang short terkena lebih dulu, lalu long menyusul kemudian.
Pergerakan Bitcoin kali ini bukan pergerakan biasa, melainkan seperti jebakan dua sisi yang dimainkan oleh kekuatan besar pasar (market maker dan whale) dengan strategi mengarahkan harga naik untuk menargetkan posisi short, lalu ditarik turun perlahan untuk menjatuhkan posisi long yang terlambat masuk.
Dalam kondisi seperti ini maka bukan soal seberapa banyak indikator teknikal yang kamu gunakan tapi seberapa cerdas kamu dalam mengatur strategi dan manajemen resiko.
Untuk panduan mengenai investasi kripto dengan Trading Spot Metode Grid Averaging, maka silahkan kunjungi laman berikut :
https://tangerangdaily.id/panduan-investasi-trading-kripto/
Disclaimer: Naskah ini bukan bermaksud menggiring opini atau menakut-nakuti. Melainkan sebagai peringatan reflektif bagi para trader pemula agar lebih waspada terhadap pasar futures yang sangat fluktuatif dan seringkali bersifat manipulatif. Untuk memahami risiko leverage yang tinggi, dan menghindari kerugian besar tanpa strategi perlindungan. Disusun berdasarkan data resmi dan unggahan dari akun edukatif @crypto.radius, serta interpretasi mendalam atas dinamika market 24 jam terakhir.
Trading futures bukan untuk semua orang, apalagi dengan leverage besar. Trader sebaiknya lebih fokus pada spot trading dengan strategi grid averaging yang relatif lebih aman dan minim tekanan emosional. Dan, indikator teknikal tidak selalu mampu membaca gerakan pasar yang sarat manipulasi.
Penulis: Sugeng Prasetyo (Analis Kripto)
Editor: Patricia