Bitcoin resmi menembus EMA 50 Bulanan di level 64.709. Dengan koreksi mencapai 52,5% dari ATH 126.200, pasar kini memasuki fase distribusi panjang. Tetap tenang, fokus pada akumulasi bertahap untuk siklus 2027-2028. (Foto: Dok. Pribadi Penulis)KRIPTO | TD – Tekanan outflow di pasar kripto global sepanjang kuartal pertama tahun 2026 ini terus meningkat. Panik sell dari kalangan ritel terjadi dimana-mana selain itu banyak institusi juga melakukan penjualan besar-besaran melalui ETF dan CEX. Keadaan ini semakin diperparah dengan kondisi di pasar derivatif yang banyak trader memakai leverage tinggi dengan bertaruh pada kenaikan harga. Namun ketika harga bergerak berlawanan dengan ekspektasi mereka maka terjadilah mekanisme liquidation cascade yang semakin mendorong pelemahan harga. Bitcoin sebagai aset utama sekaligus barometer kesehatan pasar kripto saat ini kembali mengalami koreksi besar dan kini secara teknikal telah membobol support terakhir yang sangat krusial, yaitu EMA 50 pada time frame bulanan.
Sebagai catatan historis, Bitcoin mencetak all time high (ATH) terakhir pada 7 Oktober 2025 di level 126.200. Saat ini, harga Bitcoin bergerak di sekitar 60.000, yang berarti telah terjadi koreksi sekitar 52,5% dari puncaknya. Penurunan sedalam ini menegaskan bahwa pasar kripto tidak lagi berada dalam fase koreksi biasa, melainkan telah masuk ke bear market struktural.
EMA 50 pada time frame bulanan merupakan salah satu indikator teknikal paling penting untuk membaca struktur tren jangka panjang Bitcoin. Garis ini berfungsi sebagai lantai utama (primary structural support) dalam tren bullish jangka panjang.
Secara historis, selama fase bull market sehat:
Namun, ketika EMA 50 bulanan ditembus ke bawah, maka hal tersebut menandakan:
Dengan kata lain, tembusnya EMA 50 bulanan bukan sekadar sinyal teknikal biasa, melainkan peringatan keras bahwa pasar membutuhkan waktu panjang untuk membangun pondasi baru.
Dengan kondisi struktur yang telah rusak, sejumlah analis memperkirakan bahwa potensi bottom final Bitcoin berada di kisaran 50.000–57.500, apabila tekanan jual dan likuidasi masih berlanjut. Zona ini juga beririsan dengan area harga masa lalu yang secara psikologis dan teknikal dinilai cukup kuat sebagai dasar pembentukan tren baru.
Meskipun kondisi pasar terlihat suram, fase seperti ini secara historis justru menjadi periode strategis bagi investor jangka panjang. Alih-alih panik, pendekatan yang lebih rasional adalah akumulasi bertahap dengan manajemen resiko ketat. Hasil dari fase ini umumnya baru dapat dinikmati pada siklus pemulihan berikutnya, yang diperkirakan terjadi pada tahun 2027–2028.
Beberapa aset kripto berikut dinilai memiliki utilitas jelas dan kemampuan rebound yang relatif baik saat pasar mulai pulih:
Tembusnya EMA 50 bulanan menegaskan bahwa bear market 2026 bukan fase ringan, melainkan periode penyesuaian besar yang membutuhkan kesabaran. Namun bagi investor dengan perspektif jangka panjang, fase inilah yang sering menjadi pondasi lahirnya peluang yang bagus pada siklus berikutnya.
Penulis: Sugeng Prasetyo
Disclaimer: Investasi pada aset kripto mengandung risiko tinggi. Konten ini dibuat hanya sebagai bahan edukasi dan tidak dapat dijadikan acuan maupun rekomendasi dalam menentukan keputusan investasi. Penulis serta redaksi TangerangDaily.id tidak bertanggung jawab atas segala potensi kerugian yang timbul dari keputusan investasi yang diambil berdasarkan informasi dalam artikel ini. Pembaca diimbau untuk melakukan riset secara mandiri dan mempertimbangkan konsultasi dengan penasihat keuangan yang kompeten sebelum berinvestasi. (*)