Jajaran AirNav Indonesia dan Airservices Australia berfoto bersama usai penutupan Program Indonesia Transport Safety Assistance Package (ITSAP) 2026 di Kantor Pusat AirNav Indonesia, Tangerang. Program ini menjadi bagian dari penguatan kerja sama untuk meningkatkan kapasitas organisasi, kompetensi SDM, serta keselamatan layanan navigasi penerbangan. (Foto: Ist) TANGERANG | TD — AirNav Indonesia bersama Airservices Australia (ASA) memperkuat kerja sama dalam meningkatkan kualitas layanan navigasi penerbangan melalui program Indonesia Transport Safety Assistance Package (ITSAP). Program tersebut menjadi wadah pertukaran pengetahuan, pengalaman, dan praktik terbaik guna mendukung peningkatan kapasitas organisasi serta keselamatan penerbangan.
Rangkaian kegiatan ITSAP yang berlangsung sejak 29 Juni 2026 resmi ditutup di Kantor Pusat AirNav Indonesia, Tangerang, Jumat (3/7/2026). Selama lima hari pelaksanaan, peserta mengikuti berbagai lokakarya dan diskusi yang membahas aspek strategis penyelenggaraan pelayanan navigasi penerbangan.
Direktur Operasi AirNav Indonesia, Setio Anggoro, mengatakan program ITSAP memberikan banyak manfaat bagi peningkatan kompetensi sumber daya manusia maupun penguatan sistem pelayanan navigasi penerbangan.
“Melalui Program ITSAP, kami mendapatkan banyak pengetahuan dan pengalaman yang sangat berharga, mulai dari pengembangan kapasitas organisasi, pengelolaan data, pemanfaatan teknologi surveillance, hingga penguatan standar pelayanan navigasi penerbangan. Kami berharap seluruh pembelajaran tersebut dapat diimplementasikan dalam operasional sehari-hari sehingga memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kinerja dan kualitas layanan AirNav Indonesia di masa mendatang,” ujarnya.
Ia menegaskan AirNav Indonesia berkomitmen melanjutkan kemitraan dengan Airservices Australia melalui berbagai program pengembangan kapasitas yang berkelanjutan.
Selama pelaksanaan ITSAP, peserta mendalami sejumlah bidang strategis. Pada Strategic Workforce Planning, pembahasan difokuskan pada pengembangan kapasitas organisasi dan perencanaan kebutuhan sumber daya manusia sebagai fondasi transformasi organisasi.
Di bidang Air Traffic Management (ATM) Standards, peserta membahas penyempurnaan standar pelayanan lalu lintas udara, penguatan manajemen kinerja, serta peningkatan kesiapsiagaan melalui pengelolaan krisis.
Sementara pada bidang Data Management, peserta memperdalam tata kelola data, pengembangan ekosistem data, integrasi data lintasan penerbangan (trajectory stitching), hingga pemanfaatan data sebagai dasar pengambilan keputusan operasional. Adapun pada bidang Surveillance Data Management and Decoding, materi difokuskan pada peningkatan kemampuan pengelolaan data surveillance untuk mendukung proses dekode, analisis, dan distribusi data secara lebih efektif.
Program ITSAP juga menghasilkan evaluasi pelaksanaan ITSAP 2025/2026 sekaligus penyusunan rencana kerja ITSAP 2026/2027 bersama berbagai direktorat di AirNav Indonesia. Pembahasan meliputi peningkatan kompetensi personel, penguatan kerja sama profesional Air Traffic Controller Indonesia dan Australia, serta penyelarasan kebutuhan pengembangan organisasi di bidang operasional maupun teknis.
Menurut Setio, keberhasilan program pengembangan kapasitas tidak hanya diukur dari jumlah pelatihan yang diselenggarakan, tetapi juga dari sejauh mana pengetahuan dan praktik terbaik yang diperoleh dapat diterapkan untuk mendorong inovasi, meningkatkan kinerja organisasi, serta memperkuat kualitas pelayanan navigasi penerbangan.
“Hal tersebut sejalan dengan komitmen AirNav Indonesia untuk terus membangun organisasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, peningkatan trafik penerbangan, dan tuntutan keselamatan penerbangan di masa depan,” katanya.
Penutupan ITSAP 2026 menandai berakhirnya rangkaian program tahun ini. Ke depan, AirNav Indonesia dan Airservices Australia sepakat melanjutkan kemitraan strategis melalui berbagai inisiatif pengembangan kapasitas yang diharapkan tidak hanya memperkuat kedua organisasi, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan keselamatan penerbangan dan pelayanan navigasi penerbangan di kawasan Asia Pasifik. (*)