Pemkot Tangsel Gandeng Kampus dan Swasta Demi Sukseskan Porprov VII Banten 2026

waktu baca 3 menit
Sabtu, 7 Nov 2026 13:23 51 Nazwa

KOTA TANGSEL | TD — Helatan akbar Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Banten Tahun 2026 kini memasuki fase paling krusial.

Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) selaku tuan rumah memastikan seluruh persiapan teknis, administrasi, dan infrastruktur telah menyentuh angka 90 persen, menjelang upacara pembukaan resmi yang dijadwalkan pada 15 November 2026.

Porprov Banten edisi kali ini mencatatkan sejarah baru sebagai perhelatan olahraga terakbar di provinsi tersebut.

Sebanyak 60 cabang olahraga (cabor) dipertandingkan—melibatkan ribuan atlet dari seluruh kabupaten dan kota se-Banten.

Bagi dunia keolahragaan daerah, ajang ini memiliki nilai strategis yang jauh melampaui sekadar perebutan medali.

Porprov berfungsi sebagai laboratorium pembinaan jangka panjang (talent scouting) sekaligus tolok ukur krusial bagi kesiapan Provinsi Banten dalam menyongsong Pekan Olahraga Nasional (PON) 2032.

Ketua Pelaksana Pilar Saga Ichsan yang diwakili Kepala Bidang Humas Porprov Banten 2026, Tubagus Asep Nurdin menyampaikan pemenuhan standar fasilitas dilakukan melalui pendekatan kolaboratif yang efisien, yakni dengan mengoptimalkan fasilitas yang sudah ada ketimbang membangun infrastruktur baru yang berisiko mangkrak pasca-event.

“Persiapan secara akumulatif sudah berada di jalur yang tepat dengan tingkat pencapaian 90 persen. Dari total sekitar 70 venue yang disiapkan—mencakup fasilitas milik pemerintah, sekolah, perguruan tinggi, hingga mitra swasta—seluruhnya diverifikasi secara ketat agar memenuhi standar teknis pertandingan resmi,” ujar Asep dalam keterangannya, Sabtu (7/11/2026).

Asep memaparkan, selain kesiapan fisik venue, aspek integritas dan kualitas kompetisi juga menjadi fokus utama Panitia Besar (PB) Porprov.

Tim Panitia Pengarah dan Penasihat (Panwasrah) bersama KONI Banten telah merampungkan verifikasi ketat terkait keabsahan administrasi dan aturan mutasi atlet.

Langkah ini ditempuh guna memastikan kompetisi berjalan bersih, adil, dan mampu melahirkan bibit-bibit atlet potensial yang kelak mengharumkan nama daerah di level nasional.

“Para atlet dari berbagai kontingen telah digembleng melalui pemusatan latihan yang disiplin. Porprov bukan hanya soal siapa yang menang atau kalah, tetapi bagaimana kita merawat ekosistem pembinaan olahraga yang kredibel, menjunjung tinggi sportivitas, dan berkelanjutan,” imbuhnya.

Dari sudut pandang sosial-ekonomi, perhelatan yang bergulir pada 8 hingga 23 November 2026 ini dirancang untuk memberikan dampak ikutan (multiplier effect) yang luas bagi masyarakat.

Rangkaian acara pembukaan yang dikemas meriah dalam bentuk festival rakyat di Lapangan Sunburst, BSD, Kecamatan Serpong, diproyeksikan mampu menarik arus kunjungan massa yang masif.

Untuk memastikan manfaatnya dirasakan langsung oleh warga, Pemkot Tangsel mewajibkan pelibatan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di setiap klaster venue pertandingan.

Kebijakan ini diharapkan mampu mendongkrak perputaran ekonomi lokal sekaligus mengenalkan produk unggulan khas Tangsel kepada para kontingen luar daerah.

Dengan sisa waktu penyiapan yang ada, Pemkot Tangsel optimistis seluruh detail teknis dapat diselesaikan 100 persen tepat waktu.

Asep turut mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk turut berpartisipasi menyukseskan pesta olahraga akbar ini.

“Kami mengajak seluruh warga Tangerang Selatan untuk hadir di venue-venue pertandingan, memberikan dukungan moral langsung kepada para atlet, dan bersama-sama membuktikan bahwa Tangsel adalah tuan rumah yang ramah, profesional, serta membanggakan,” pungkasnya. (*)

LAINNYA