Jejak Pengabdian Fathan Subchi, Kebaikan yang Tetap Dikenang

waktu baca 5 menit
Senin, 2 Nov 2026 15:04 59 Nazwa

OBITUARI | TD – Ada kepergian yang meninggalkan kesedihan begitu mendalam, hingga kata-kata terasa tak cukup untuk mengungkapkannya. Terlebih ketika seseorang masih menjalankan amanah, menunaikan tanggung jawab, dan menyimpan begitu banyak rencana pengabdian. Namun, kehidupan selalu memiliki batas yang tak pernah dapat dipastikan oleh siapa pun.

Kabar berpulangnya H. Fathan Subchi, Anggota VI Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI), pada Ahad, 25 Oktober 2026, di Moskow, Rusia, menjadi duka mendalam bagi seluruh keluarga besar BPK RI.

Fathan wafat dalam usia 56 tahun saat menjalankan tugas pemeriksaan. Kepergiannya meninggalkan keluarga, sahabat, rekan kerja, serta banyak orang yang pernah mengenal dan merasakan kebaikan hatinya.

Meski terjadi jauh dari tanah air, kepergiannya terasa begitu dekat bagi kami. Ada percakapan yang belum sempat dilanjutkan, senyum yang akan dirindukan, dan kebersamaan yang kini hanya tinggal kenangan.

Namun, kami percaya bahwa kebaikan seseorang tidak berakhir bersama kepergiannya. Kebaikan itu tetap hidup melalui keteladanan, manfaat yang pernah diberikan, dan ingatan orang-orang yang ditinggalkan.

Sosok yang Mengutamakan Manusia

Lahir di Demak, Jawa Tengah, pada 11 Februari 1970, Fathan Subchi tumbuh dan menempuh pendidikan dalam lingkungan yang dekat dengan nilai-nilai keagamaan. Pendidikan dasarnya dimulai di MI Miftahul Falah, Betahwalang, kemudian berlanjut ke MTs Sunan Kalijaga, Bonang, dan Pendidikan Guru Agama di Salatiga.

Ia kemudian menyelesaikan pendidikan sarjana di Institut Agama Islam Al-Aqidah, Jakarta, pada 2001, sebelum meraih gelar Magister Administrasi Publik dari Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) pada 2022. Perjalanan pendidikan tersebut menjadi bagian penting dari proses pembentukan dirinya sebelum menapaki berbagai bidang pengabdian.

Sejak muda, ia aktif dalam organisasi kemahasiswaan dan kegiatan sosial. Kiprahnya kemudian berlanjut di lingkungan Nahdlatul Ulama, pemberdayaan ekonomi umat, pemerintahan, parlemen, hingga akhirnya dipercaya mengemban amanah sebagai Anggota BPK RI.

Fathan Subchi dikenal sebagai pribadi yang mudah bergaul, terbuka, dan senantiasa bersedia membantu siapa pun yang membutuhkan. Sahabat-sahabatnya bahkan mengenalnya dengan julukan “Mr. No Problem”. Sebutan sederhana itu menggambarkan kebiasaannya menghadapi berbagai persoalan dengan sikap terbuka dan berusaha mencari jalan keluar.

Perjalanan Panjang Pengabdian

Pengabdian Fathan Subchi tumbuh melalui pengalaman panjang yang melintasi berbagai bidang. Ia pernah menjadi pengurus besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII), hingga kemudian dipercaya menjabat sebagai Ketua Umum PB IKA PMII periode 2025–2030.

Di lingkungan Nahdlatul Ulama, ia turut mengambil peran dalam pengembangan ekonomi umat. Sementara di bidang politik dan legislasi, Fathan memperoleh kepercayaan masyarakat untuk menjadi Anggota DPR RI selama dua periode, yakni 2014–2019 dan 2019–2024. Ia mewakili daerah pemilihan Jawa Tengah II yang meliputi Demak, Kudus, dan Jepara.

Selama menjalankan tugas di parlemen, Fathan pernah menjadi anggota dan Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, serta mengemban tanggung jawab sebagai Sekretaris Fraksi PKB.

Seluruh perjalanan tersebut tentu menjadi bagian dari catatan pengabdiannya. Namun, bagi kami, makna pengabdian Fathan tidak semata-mata terletak pada jabatan yang pernah diemban. Lebih dari itu, yang patut dikenang adalah bagaimana ia menggunakan setiap kesempatan untuk bekerja, berbagi pengalaman, membangun hubungan, dan berupaya memberikan manfaat bagi orang lain.

Menunaikan Amanah di BPK RI

Pada 17 Oktober 2024, Fathan Subchi mengucapkan sumpah jabatan sebagai Anggota BPK RI periode 2024–2029. Ia kemudian menjalankan tugas sebagai Anggota VI BPK, dengan lingkup pemeriksaan yang mencakup sektor kesehatan, pendidikan, kebudayaan, BPJS Kesehatan, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), serta sejumlah pemeriksaan keuangan daerah sesuai pembagian tugas kelembagaan.

Bidang-bidang tersebut memiliki hubungan yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat. Di balik anggaran kesehatan, ada harapan pasien untuk memperoleh pelayanan yang layak. Di balik belanja pendidikan, tersimpan cita-cita anak-anak untuk meraih masa depan yang lebih baik. Sementara di balik penyelenggaraan jaminan kesehatan, terdapat kebutuhan keluarga akan perlindungan ketika menghadapi kesulitan.

Fathan menjalankan amanah tersebut dengan membawa pengalaman dari berbagai lingkungan pengabdiannya. Bekal sebagai aktivis mahasiswa, penggerak ekonomi umat, dan anggota parlemen menjadi bagian dari perjalanan panjang yang mengantarkannya ke BPK RI.

Namun, perjalanan pengabdian itu harus berakhir lebih cepat daripada yang kami bayangkan. Ia berpulang ketika sedang menjalankan tugas pemeriksaan di Moskow, Rusia.

Kenyataan tersebut membuat kehilangan terasa semakin berat. Seorang rekan berangkat untuk menunaikan tanggung jawab kelembagaan, tetapi tak lagi kembali untuk melanjutkan kebersamaan seperti sediakala.

Ada kesedihan yang sulit diungkapkan ketika seseorang yang selama ini hadir dalam pekerjaan dan perbincangan sehari-hari tiba-tiba tidak lagi berada di tengah-tengah kita. Kami kehilangan seorang kolega, sekaligus sahabat yang kehadirannya telah menjadi bagian dari perjalanan keluarga besar BPK RI.

Melanjutkan Nilai-Nilai Pengabdian

Bagi keluarga besar BPK RI, kepergian Fathan Subchi bukan sekadar kehilangan seorang pejabat negara. Kami kehilangan rekan seperjalanan, sahabat, dan pribadi yang telah memberikan warna dalam kebersamaan.

Menghormati pengabdian Fathan berarti turut menjaga nilai-nilai baik yang pernah ia tunjukkan. Penghormatan itu diwujudkan dengan melanjutkan amanah kelembagaan, menjaga integritas, serta memastikan pemeriksaan keuangan negara tetap dilaksanakan secara profesional dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Kepada istri, anak-anak, dan seluruh keluarga besar almarhum H. Fathan Subchi, kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kekuatan, ketabahan, dan ketenangan kepada keluarga dalam melewati masa-masa yang tidak mudah ini.

Semoga kenangan tentang kasih sayang, perhatian, dan kebaikannya menjadi sumber penghiburan sekaligus kekuatan bagi keluarga yang ditinggalkan.

Kepada sahabat dan rekan kami, Fathan Subchi, terima kasih atas kebersamaan yang telah terjalin. Terima kasih atas pengetahuan yang dibagikan, tanggung jawab yang dijalankan, serta berbagai kebaikan yang mungkin tidak selalu terlihat, tetapi dirasakan oleh banyak orang.

Kami tidak dapat menahan kepergian ini. Namun, kami dapat menjaga agar nilai-nilai baik yang Bapak tinggalkan tetap hidup dalam pekerjaan, hubungan antarsesama, dan cara kami menunaikan amanah.

Kini, tugas duniawi Bapak telah selesai. Kami yang masih melanjutkan perjalanan ini akan belajar menerima perpisahan dengan hati yang lapang, sembari terus menjaga tanggung jawab yang dipercayakan kepada kami.

Semoga setiap kebaikan yang pernah Bapak lakukan menjadi amal yang terus mengalir. Semoga pengabdian yang telah Bapak berikan menjadi kenangan yang menenteramkan sekaligus keteladanan bagi mereka yang melanjutkan perjalanan.

Kami memohon kepada Allah SWT agar mengampuni segala khilaf almarhum, menerima amal ibadahnya, melapangkan kuburnya, menerangi tempat peristirahatannya, serta menempatkannya dalam rahmat dan kemuliaan-Nya.

Penulis: Budi Prijono, Wakil Ketua BPK RI. (*)

LAINNYA