
Rektor IAILM Suryalaya, Dr. Asep Salahudin dan jajaran Fakultas Dakwah berpose bersama dalam kegiatan Orientasi Mahasiswa Fakultas Dakwah (Orfada) 2026 di Aula Tarminah Bhakti, Tasikmalaya, Rabu (28/10/2026). (Foto;: Ist)
TASIKMALAYA | TD — Orientasi Mahasiswa Fakultas Dakwah (Orfada) Institut Agama Islam Latifah Mubarokiyah (IAILM) Suryalaya, Tasikmalaya, tahun 2026 resmi dibuka pada Rabu (28/10/2026) di Aula Tarminah Bhakti. Kegiatan ini mengusung tema “Menajamkan Retorika, Menembus Jiwa dengan Rasa”.
Rektor IAILM Suryalaya, Dr. Asep Salahudin, yang membuka kegiatan tersebut, menekankan pentingnya logika, dialektika, dan retorika sebagai tiga aspek utama dalam komunikasi. Menurutnya, kemampuan berkomunikasi tidak cukup hanya mengandalkan kecakapan berpikir dan berargumentasi, tetapi juga membutuhkan seni persuasi yang menyentuh jiwa.
“Tiga trajek yang harus diperhatikan dalam komunikasi, yaitu logika sebagai seni berpikir, dialektika sebagai seni berdebat, dan retorika sebagai seni persuasi. Terkait retorika, unsur yang harus dipenuhi melibatkan ethos, pathos, dan logos, atau dalam rumusan Al-Qur’an dikenal dengan hikmah, mauizah hasanah, dan mujadalah,” ujar Asep.
Ia juga mengaitkan kedalaman retorika dengan nilai-nilai spiritual yang menjadi bagian dari tradisi keilmuan dan kehidupan di lingkungan Suryalaya.
“Pada dimensi lain, Tanbih menampilkan paras bahasa dengan kedalaman retorika, Uqudul Juman menyentuh sisi jiwa, dan untuk rasa, olahlah dengan ketabahan melakoni latihan spiritual, menjalani kehidupan dengan penuh penghayatan dan kesederhanaan,” jelasnya.
Sementara itu, Dekan Fakultas Dakwah IAILM Suryalaya, H. Ma’turidi, M.Si., mengatakan Orfada menjadi sarana penting bagi mahasiswa baru untuk mengenal lebih jauh dinamika akademik dan kehidupan kampus, khususnya di lingkungan Fakultas Dakwah.
Menurutnya, seluruh mahasiswa baru wajib mengikuti kegiatan tersebut. Ia juga mengingatkan peserta agar memanfaatkan rangkaian kegiatan di Pangandaran sebagai ruang refleksi diri.
“Orfada ini wajib diikuti oleh seluruh mahasiswa baru. Yang dua hari di Pangandaran harus dijadikan tempat bertafakur dan tadabur,” ujarnya.
Ketua panitia Orfada 2026, Bagus, berharap seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan penuh kesungguhan. Ia menjelaskan, kegiatan yang biasanya berlangsung selama 40 hari kini dipadatkan menjadi empat hari.
“Yang biasanya 40 hari, kali ini kita padatkan menjadi empat hari. Kita selenggarakan di awal sebelum fakultas-fakultas lain melaksanakan. Kita harus terdepan,” katanya.
Melalui Orfada 2026, mahasiswa baru diharapkan tidak hanya mengenal lingkungan akademik, tetapi juga mampu mengembangkan keterampilan komunikasi yang berpijak pada penalaran, kemampuan berdialog, serta kepekaan rasa dan kedalaman spiritual. (AGS/Red)