6 Olahraga Favorit Gen Z, dari Aktivitas di Rumah hingga Petualangan di Alam

waktu baca 3 menit
Senin, 12 Okt 2026 00:18 43 Nazwa

KESEHATAN | TD — Gaya hidup sehat semakin menjadi perhatian generasi muda. Olahraga kini tidak hanya dilakukan untuk menjaga kebugaran, tetapi juga menjadi cara mengisi waktu luang, melepas penat, hingga memperluas pertemanan.

Berdasarkan survei Asia Pacific Wellness Culture Survey 2026 yang diberitakan ANTARA pada Oktober 2026, sebanyak 72 persen responden Gen Z di Indonesia mengaku lebih sering melakukan aktivitas kesehatan dan kebugaran dibandingkan tiga tahun sebelumnya.

Sejumlah olahraga seperti pilates, yoga, padel, lari, dan hiking menawarkan pengalaman berbeda. Ada yang bisa dilakukan di rumah, ada pula yang cocok menjadi aktivitas bersama teman. Berikut enam olahraga yang bisa menjadi pilihan untuk menjalani gaya hidup aktif.

1. Pilates

Pilates berfokus pada penguatan otot inti, keseimbangan, fleksibilitas, dan pengendalian gerakan. Olahraga ini menarik bagi mereka yang menyukai latihan terstruktur dan ingin meningkatkan kesadaran terhadap postur tubuh.

Pilates dapat dilakukan di studio menggunakan alat khusus atau di rumah dengan matras. Pilihan tersebut memungkinkan latihan disesuaikan dengan kebutuhan dan anggaran.

2. Yoga

Yoga memadukan gerakan tubuh, pengaturan napas, dan konsentrasi. Selain membantu meningkatkan fleksibilitas dan keseimbangan, latihan ini dapat menjadi salah satu cara mengelola stres.

Yoga juga relatif fleksibel karena bisa dilakukan di rumah, taman, maupun studio. Hal ini membuatnya cocok bagi mereka yang ingin berolahraga sekaligus menyediakan waktu untuk relaksasi.

3. Hiking

Hiking menawarkan pengalaman berolahraga sambil menikmati alam terbuka. Aktivitas ini dapat melatih daya tahan tubuh sekaligus menjadi kesempatan untuk menghabiskan waktu bersama teman dan menjauh sejenak dari rutinitas.

Meski kerap dikaitkan dengan aktivitas healing, hiking tetap membutuhkan persiapan. Pemilihan jalur sesuai kemampuan, alas kaki yang tepat, serta bekal air minum perlu diperhatikan sebelum mendaki.

4. Padel

Padel merupakan olahraga raket yang umumnya dimainkan oleh empat orang dalam format ganda. Permainan ini menggabungkan aktivitas fisik, strategi, dan interaksi sosial.

Daya tarik padel terletak pada kesempatan berolahraga bersama teman dalam suasana kompetitif yang menyenangkan. Namun, biaya sewa lapangan dan perlengkapan perlu dipertimbangkan sebelum mencobanya.

5. Running

Lari menjadi pilihan bagi mereka yang menginginkan olahraga praktis dan fleksibel. Aktivitas ini bisa dilakukan di taman, lintasan olahraga, atau lingkungan rumah yang aman.

Selain membantu meningkatkan kebugaran jantung dan paru-paru, lari dapat dilakukan sendiri maupun bersama komunitas. Pemula disarankan memulai dengan durasi dan intensitas ringan sebelum meningkatkan jarak secara bertahap.

6. Home Workout

Home workout memungkinkan seseorang berolahraga tanpa harus pergi ke pusat kebugaran. Latihannya dapat berupa squat, push-up sesuai kemampuan, dan gerakan penguatan otot menggunakan berat badan sendiri.

Fleksibilitas waktu dan kebutuhan biaya yang relatif rendah menjadi daya tariknya, terutama bagi mereka yang memiliki jadwal padat. Meski begitu, teknik gerakan yang benar tetap penting untuk membantu mengurangi risiko cedera.

Pilih Olahraga Sesuai Kebutuhan

Setiap olahraga memiliki karakteristik dan manfaat berbeda. Pilates dan yoga dapat menjadi pilihan untuk melatih keseimbangan serta fleksibilitas, sedangkan lari dan hiking membantu meningkatkan kebugaran aerobik. Padel menawarkan aktivitas fisik sekaligus interaksi sosial, sementara home workout memberi keleluasaan berlatih di rumah.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan orang dewasa melakukan aktivitas aerobik intensitas sedang selama 150–300 menit per minggu, atau intensitas tinggi selama 75–150 menit per minggu, disertai latihan penguatan otot setidaknya dua hari dalam seminggu.

Namun, olahraga tidak harus langsung dilakukan dalam durasi panjang. Memulai secara bertahap dan memilih aktivitas yang sesuai dengan kondisi tubuh, anggaran, serta rutinitas sehari-hari dapat membantu membangun kebiasaan yang konsisten. (Nazwa)

LAINNYA