Bayi Sulit Menyusu, Apakah Pasti Tongue Tie? Ini Penjelasan Dokter

waktu baca 4 menit
Sabtu, 17 Okt 2026 04:54 25 Redaksi

SERANG | TD – Bayi sulit menyusu kerap membuat orang tua khawatir, terutama ketika si kecil sulit melekat pada payudara, sering terlepas saat menyusu, atau mengalami kenaikan berat badan yang kurang optimal. Salah satu kondisi yang kerap dicurigai adalah tongue tie atau kelainan jaringan di bawah lidah. Namun, kesulitan menyusu tidak selalu disebabkan kondisi tersebut.

Dokter Spesialis Anak sekaligus Konselor Laktasi Bethsaida Hospital Serang, dr. Viany Rehansyah P, M.Ked(Ped), Sp.A, CBS, menjelaskan bahwa penyebab kesulitan menyusu perlu dievaluasi secara menyeluruh agar bayi mendapatkan penanganan yang tepat.

“Tongue tie memang bisa menjadi salah satu penyebab bayi mengalami kesulitan menyusu, tetapi bukan berarti setiap bayi yang sulit menyusu pasti mengalami tongue tie. Kita perlu melihat proses menyusunya secara menyeluruh,” jelas dr. Viany, Sabtu (17/10).

Mengenal Tongue Tie pada Bayi

Tongue tie atau ankyloglossia merupakan kondisi ketika frenulum, yaitu jaringan yang menghubungkan bagian bawah lidah dengan dasar mulut, membatasi pergerakan lidah.

Gerakan lidah berperan penting dalam proses menyusu, mulai dari membantu bayi melekat pada payudara, mengisap ASI, hingga menelan. Apabila pergerakan lidah terbatas secara bermakna, kemampuan bayi menyusu dapat terganggu.

Meski demikian, frenulum yang tampak pendek tidak otomatis menunjukkan adanya gangguan menyusu. Penilaian perlu mempertimbangkan apakah kondisi tersebut benar-benar membatasi fungsi lidah dan memengaruhi efektivitas bayi dalam menyusu.

Tanda Bayi Sulit Menyusu yang Perlu Diperhatikan

Bayi yang mengalami kesulitan menyusu dapat menunjukkan sejumlah tanda, antara lain sulit melekat pada payudara, sering terlepas saat menyusu, terdengar bunyi “klik”, menyusu dalam waktu lama, mudah lelah, atau tetap tampak belum puas setelah menyusu.

Pada ibu, masalah tersebut juga dapat disertai nyeri atau luka pada puting. Sementara itu, berat badan bayi mungkin tidak bertambah sesuai harapan.

Tanda-tanda tersebut dapat ditemukan pada bayi dengan tongue tie, tetapi juga bisa disebabkan faktor lain.

Posisi dan pelekatan yang belum tepat merupakan salah satu penyebab kesulitan menyusu. Selain itu, bayi yang lahir prematur, mudah mengantuk, mengalami hidung tersumbat, atau belum memiliki koordinasi mengisap, menelan, dan bernapas yang optimal juga dapat mengalami masalah saat menyusu.

Dari sisi ibu, bentuk puting, kondisi payudara, produksi ASI, serta aliran ASI yang terlalu cepat atau lambat turut memengaruhi proses menyusui.

“Masalah menyusui bisa berasal dari bayi, ibu, atau kombinasi keduanya. Karena itu, evaluasinya perlu dilakukan secara menyeluruh, bukan hanya berfokus pada lidah bayi,” terang dr. Viany.

Apakah Semua Bayi dengan Tongue Tie Harus Dioperasi?

Tidak semua bayi dengan tongue tie memerlukan tindakan medis. Pada sebagian bayi, masalah menyusu dapat membaik setelah posisi dan pelekatan diperbaiki serta ibu mendapatkan pendampingan laktasi yang sesuai.

Dalam konsultasi laktasi, dokter dapat mengevaluasi posisi bayi, pelekatan pada payudara, pola isapan, proses menelan, kondisi rongga mulut, perpindahan ASI, serta pertumbuhan dan berat badan bayi.

Tindakan pada frenulum dapat dipertimbangkan apabila keterbatasan gerak lidah terbukti mengganggu fungsi menyusu secara bermakna. Keputusan tersebut perlu didasarkan pada evaluasi klinis, termasuk respons terhadap upaya perbaikan menyusui yang sesuai.

“Tindakan pada frenulum tidak otomatis diperlukan pada setiap bayi. Yang utama adalah menilai apakah ada gangguan fungsi yang benar-benar memengaruhi proses menyusu,” ujar dr. Viany.

Kapan Bayi Perlu Diperiksa Dokter?

Orang tua disarankan berkonsultasi dengan dokter spesialis anak atau konselor laktasi apabila bayi terus mengalami kesulitan melekat pada payudara, sering terlepas saat menyusu, mudah lelah, menyusu dalam waktu lama tetapi tetap tampak belum puas, atau mengalami kenaikan berat badan yang kurang optimal.

Ibu juga sebaiknya mencari bantuan apabila mengalami nyeri atau luka pada puting secara berulang.

Evaluasi sejak dini dapat membantu mengidentifikasi penyebab kesulitan menyusu dan menentukan pendampingan yang sesuai bagi ibu dan bayi. Jika bayi tampak sangat lemas, sulit dibangunkan untuk menyusu, atau menunjukkan tanda kekurangan cairan, orang tua perlu segera mencari pertolongan medis.

Bethsaida Hospital Serang Sediakan Layanan Konseling Laktasi

Bethsaida Hospital Serang menyediakan layanan Dokter Spesialis Anak dan Konseling Laktasi untuk membantu orang tua menghadapi berbagai tantangan selama proses menyusui.

Direktur Bethsaida Hospital Serang, dr. Tirta Mulya, menyampaikan bahwa keberhasilan menyusui melibatkan kondisi dan kesiapan ibu maupun bayi. Karena itu, evaluasi dan pendampingan yang tepat diperlukan untuk membantu mengatasi kendala yang muncul.

“Melalui layanan Dokter Spesialis Anak yang didukung Konseling Laktasi, kami ingin membantu orang tua mendapatkan evaluasi dan pendampingan yang tepat sejak awal,” pungkasnya. (*)

LAINNYA