Mahasiswa PLP UIN SMH Banten Gelar Seminar Kesehatan Mental di MTsN 1 Kota Cilegon

waktu baca 3 menit
Sabtu, 3 Okt 2026 18:55 56 Nazwa

CILEGON | TD — Mahasiswa Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) Integratif Kelompok 22 UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten menggelar Seminar Kesehatan Mental bagi siswa MTsN 1 Kota Cilegon. Kegiatan bertema “Kenali Dirimu, Jaga Kesehatan Mentalmu” itu berlangsung di Ruang Kelas VII G MTsN 1 Kota Cilegon, Kamis (24/9/2026).

Seminar diikuti pengurus Unit Kesehatan Sekolah (UKS) dan perwakilan siswa MTsN 1 Kota Cilegon. Kegiatan tersebut bertujuan memberikan pemahaman kepada siswa bahwa kesehatan tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik, tetapi juga mencakup aspek psikologis dan emosional.

Masa remaja merupakan tahap perkembangan yang diwarnai berbagai perubahan, baik secara fisik, emosional, maupun sosial. Pada fase ini, siswa menghadapi beragam situasi yang dapat memengaruhi keseharian, mulai dari tuntutan belajar, hubungan pertemanan, lingkungan keluarga, hingga proses mengenali diri sendiri.

Berbagai tekanan tersebut dapat memengaruhi cara seseorang berpikir, merasakan sesuatu, dan merespons persoalan. Karena itu, kemampuan mengenali emosi dan memahami kondisi diri menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan mental.

Melalui seminar tersebut, mahasiswa PLP Integratif Kelompok 22 mengajak siswa untuk lebih mengenali kondisi dirinya. Peserta diberikan pemahaman bahwa menjaga kesehatan mental dapat dimulai dari langkah sederhana, seperti mengenali perasaan, memberikan waktu untuk beristirahat, mengelola emosi, menjaga komunikasi dengan orang lain, serta mencari bantuan ketika menghadapi persoalan yang sulit diselesaikan sendiri.

Kegiatan diawali sambutan Kepala MTsN 1 Kota Cilegon, Edi Sudjarmanto, S.Pd., dan Ketua Kelompok PLP Integratif 22, Agus Jubaedi. Pihak madrasah menyambut pelaksanaan kegiatan yang mengangkat isu kesehatan mental sebagai salah satu aspek penting dalam perkembangan peserta didik.

Materi utama disampaikan Suci Nabilah selaku Ketua Pelaksana. Dalam pemaparannya, peserta diajak mengenali dasar-dasar kesehatan mental pada remaja, memahami berbagai bentuk emosi, serta mengenali batasan diri dalam menghadapi lingkungan sosial dan kegiatan pembelajaran.

Pembahasan juga diarahkan pada upaya menjaga keseimbangan diri dalam kehidupan sehari-hari. Peserta diberikan pemahaman bahwa menjaga kesehatan mental dapat dilakukan melalui kebiasaan sederhana dan kesadaran terhadap kondisi diri.

Selain materi, peserta mengikuti sesi mindfulness dan relaksasi yang dipandu Devia Aprilianti selaku Sekretaris Pelaksana. Dalam sesi tersebut, siswa diarahkan melakukan latihan pernapasan sederhana dan memusatkan perhatian pada kondisi diri sebagai salah satu cara untuk membantu menenangkan pikiran.

Melalui latihan tersebut, siswa diperkenalkan pada pentingnya mengambil jeda ketika menghadapi situasi yang membuat pikiran terasa penuh atau emosi meningkat. Jeda tersebut dapat digunakan untuk mengatur napas dan menenangkan diri sebelum merespons situasi yang dihadapi.

Seminar juga menekankan pentingnya membangun lingkungan yang aman dan mendukung bagi siswa. Lingkungan sekolah tidak hanya menjadi tempat memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga ruang bagi peserta didik untuk berkembang secara sosial dan emosional.

Dalam konteks tersebut, dukungan dari lingkungan sekitar memiliki peran penting. Siswa didorong memiliki orang yang dapat dipercaya untuk berbagi ketika menghadapi kesulitan, baik teman, guru, orang tua, maupun pihak lain yang dapat memberikan bantuan secara tepat.

Rangkaian kegiatan dipandu Khaulah Sholehah selaku Master of Ceremony (MC). Seminar berlangsung interaktif dengan melibatkan peserta dalam berbagai aktivitas, termasuk sesi materi dan praktik hingga kegiatan berakhir.

Bagi mahasiswa PLP Integratif Kelompok 22, kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi selama melaksanakan PLP di MTsN 1 Kota Cilegon. Selain menjalankan kegiatan akademik di lingkungan madrasah, mahasiswa turut menghadirkan kegiatan yang berkaitan dengan kebutuhan dan perkembangan peserta didik.

Melalui Seminar Kesehatan Mental, mahasiswa PLP Integratif Kelompok 22 berharap siswa semakin memahami pentingnya mengenali diri dan menjaga kesehatan mental. Pemahaman tersebut diharapkan menjadi bekal bagi siswa dalam menghadapi berbagai tantangan selama masa remaja, baik dalam kegiatan belajar maupun kehidupan sehari-hari.

Menjaga kesehatan mental tidak hanya berkaitan dengan menghadapi tekanan, tetapi juga memahami diri, mengenali emosi, mengetahui batas kemampuan, dan mencari dukungan ketika dibutuhkan. Pemahaman tersebut diharapkan membantu siswa menjaga keseimbangan dalam perkembangan akademik, sosial, dan emosional.

Kontributor: Tim Media PLP Integratif 22. (*)

LAINNYA