Science Festival Indonesia 2026 Jadi Ajang BRIN Jaring Talenta Muda di Serpong

waktu baca 3 menit
Selasa, 22 Sep 2026 19:35 30 Nazwa

KOTA TANGSEL | TD — Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menjadikan Science Festival Indonesia 2026 di Tangerang Selatan sebagai momentum mengenalkan teknologi nuklir dan antariksa sekaligus menjaring talenta muda di bidang sains dan riset.

Festival yang digelar di Gedung Graha Widya Bhakti, Muncul, Kecamatan Setu, Tangerang Selatan, Selasa (22/9/2026), diikuti ribuan siswa SMA dan mahasiswa. Kegiatan tersebut menghadirkan edukasi dan berbagai aktivitas untuk memperkenalkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kepada generasi muda.

Wakil Kepala BRIN Amarullah Octavian mengatakan, keterlibatan siswa dan mahasiswa dalam kegiatan tersebut penting untuk membangun pemahaman sekaligus menyiapkan sumber daya manusia yang akan mengembangkan teknologi nuklir dan antariksa di masa mendatang.

“Kita menyelenggarakan sains festival, yang mengundang mahasiswa, anak-anak SMA, untuk lebih memahami apa itu teknologi nuklir, dan juga antariksa,” kata Amarullah.

Menurut Amarullah, Indonesia telah mengembangkan teknologi nuklir sejak dekade 1960-an. Saat ini, Indonesia memiliki tiga reaktor nuklir yang berada di Serpong, Yogyakarta, dan Bandung.

Ia menjelaskan, pemanfaatan teknologi nuklir tidak terbatas pada sektor energi. Teknologi tersebut juga digunakan untuk mendukung berbagai bidang, seperti kesehatan, pangan, industri hingga pengembangan produk kosmetik.

Amarullah juga menilai pemahaman masyarakat mengenai teknologi nuklir perlu terus diperbarui. Menurutnya, masih terdapat anggapan yang mengaitkan teknologi nuklir semata-mata dengan bahaya, sementara pemanfaatannya di Indonesia diarahkan untuk tujuan damai.

“Kita di Indonesia itu teknologi nuklir untuk keperluan damai. Jadi tidak ada yang perlu ditakutkan,” ujarnya.

BRIN Perkuat Kerja Sama Pengembangan Teknologi Nuklir

Di tengah meningkatnya kebutuhan energi, BRIN juga mengembangkan kerja sama internasional untuk memperkuat kapasitas riset dan pemanfaatan teknologi nuklir.

Salah satunya melalui kerja sama dengan Rusia melalui Rosatom yang secara formal telah berjalan sejak 2015. Kerja sama tersebut mencakup bidang energi, pemanfaatan teknologi nuklir untuk pangan, kesehatan dan industri, serta pengembangan sumber daya manusia.

Salah satu riset yang dilakukan dalam kerja sama tersebut adalah High Temperature Gas Cooled Reactor (HTGR).

Selain penelitian, BRIN juga mengirim peneliti dan generasi muda Indonesia ke Rusia untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan di bidang teknologi nuklir.

“Kerja sama kita ada beberapa aspek, pertama terkait dengan energi, non-energi yang di dalamnya ada tadi untuk pangan, untuk kesehatan, untuk industri, dan yang ketiga untuk pengembangan sumber daya manusia,” jelas Amarullah.

Dari Festival ke Program Pengembangan Talenta

Science Festival Indonesia 2026 juga menjadi bagian dari rangkaian program BRIN dalam menemukan dan mengembangkan talenta muda di bidang riset dan inovasi.

Sebelumnya, BRIN menggelar Young Nuclear Talent Fest di Yogyakarta pada 2024 serta kegiatan bersama Rosatom pada 2025. Pada 2026, kegiatan tersebut diperluas ke Serpong dengan melibatkan lebih banyak siswa dan mahasiswa.

“Kali ini kita selenggarakan di Serpong dengan mengundang lebih banyak lagi peserta, khususnya dari siswa dan mahasiswa. Mereka adalah future leader kita,” kata Amarullah.

Talenta yang teridentifikasi melalui kegiatan tersebut selanjutnya dapat dihubungkan dengan Manajemen Talenta Nasional bidang riset dan inovasi. Peserta yang dinilai memiliki potensi dapat diarahkan mengikuti berbagai program pengembangan, mulai dari kegiatan riset hingga pendidikan lanjutan.

BRIN juga menghadirkan Nuclear Talent School melalui workshop dan aktivitas yang berkaitan dengan teknologi nuklir.

“BRIN juga menghadirkan Nuclear Talent School melalui workshop dan aktivitas yang berkaitan dengan teknologi nuklir,” bebernya.

Amarullah berharap program tersebut dapat membuka kesempatan bagi talenta muda dari berbagai daerah untuk mengembangkan kemampuan dan berkarier sebagai ahli di bidang nuklir.

“Saya berupaya untuk mengundang anak-anak paling pintar di Indonesia. Semuanya nanti akan kita biayai, kita dorong menjadi ahli-ahli nuklir,” tegasnya. (Idris Ibrahim)

LAINNYA