Catat! UMN akan Luncurkan Enam Buku Karya Akademisi, dari Komunikasi Politik hingga Semiotika Digital

waktu baca 2 menit
Rabu, 9 Sep 2026 20:34 29 Nazwa

TANGERANG | TD — Enam buku karya akademisi dan penulis di lingkungan Universitas Multimedia Nusantara (UMN) akan diluncurkan ke publik pada akhir September 2026. Mengangkat isu mulai dari komunikasi politik, penelitian komunikasi, bahasa dan teknologi digital, manajemen kesehatan hingga semiotika media baru, karya-karya tersebut menjadi bagian dari upaya membawa hasil riset dan gagasan akademik keluar dari ruang kampus agar dapat diakses pembaca yang lebih luas.

Peluncuran enam buku tersebut akan dikemas melalui kegiatan Peluncuran Buku dan Diskusi Penulisan: From the Manuscript to the Bookshelf yang diselenggarakan Divisi Riset, Inovasi, dan Keberlanjutan (RIS) UMN pada Rabu, 30 September 2026, pukul 08.30–12.00 WIB di Borneo D20.

Enam buku yang diperkenalkan memiliki spektrum kajian yang cukup luas. Karya-karya tersebut menunjukkan bagaimana gagasan dan hasil penelitian akademik dapat dikembangkan menjadi pengetahuan yang relevan bagi masyarakat.

Buku-buku tersebut yakni “Narasi Historis dan Mitologis dalam Arus Arsitektur Komunikasi Politik”, “Tinjauan Literatur dalam Penelitian Komunikasi”, “Sunggi Bahasa”, “Human Capital Rumah Sakit Berkelanjutan”, “Membaca Zaman melalui Komunikasi”, serta “Semiotika Media Baru: Menemukan Makna di Era Digital”.

Tidak berhenti pada peluncuran buku, kegiatan tersebut juga menghadirkan diskusi penulisan untuk membahas perjalanan sebuah karya dari gagasan awal hingga menjadi buku. Proses tersebut mencakup pengembangan ide, riset, penyusunan manuskrip, hingga penerbitan.

Diskusi diharapkan menjadi ruang berbagi pengalaman bagi mahasiswa, dosen, peneliti, dan sivitas akademika yang ingin mengubah hasil penelitian atau gagasan akademik menjadi karya publikasi yang memiliki jangkauan lebih luas.

Tema From the Manuscript to the Bookshelf sekaligus menyoroti proses panjang di balik lahirnya sebuah buku. Gagasan yang berawal dari penelitian dan pergulatan intelektual kemudian diolah menjadi karya yang dapat dibaca, dikaji, dan dimanfaatkan publik.

Bagi mahasiswa UMN, keikutsertaan dalam kegiatan ini memberikan 1 poin SKKM Penalaran, sesuai informasi dalam materi undangan acara.

Melalui kegiatan ini, UMN tidak hanya memperkenalkan enam karya baru, tetapi juga membuka ruang dialog mengenai bagaimana penelitian dan pemikiran akademik dapat diolah menjadi pengetahuan yang lebih dekat dengan masyarakat. (*)

LAINNYA