Prof. Dr. Hadi Supratikta Kembali Terpilih sebagai Ketua Umum IPINDO Periode 2026–2031

waktu baca 3 menit
Jumat, 4 Sep 2026 12:07 53 Nazwa

JAKARTA | TD — Prof. Dr. Hadi Supratikta kembali terpilih sebagai Ketua Umum Ikatan Peneliti dan Inovator Indonesia (IPINDO) periode 2026–2031 dalam Musyawarah Nasional (Munas) IPINDO yang digelar di Gedung Pusat Penelitian dan Pengembangan Indonesia (PPDI), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Jakarta, 2 September 2026.

Hadi Supratikta meraih 16 suara dan menjadi kandidat dengan perolehan suara terbanyak dalam pemilihan yang diikuti sekitar 50 peserta, terdiri atas pengurus IPINDO pusat dan perwakilan pengurus daerah.

Proses pemilihan berlangsung melalui mekanisme voting dengan melibatkan tujuh kandidat. Setelah penghitungan suara, Dr. Adi Suhendra menempati posisi kedua dengan delapan suara, disusul Ir. Sutrisno, MT dengan tiga suara dan Satya dengan dua suara. Sementara tiga kandidat lainnya tidak memperoleh suara.

Hasil tersebut menempatkan Hadi Supratikta kembali sebagai pemimpin IPINDO untuk periode lima tahun mendatang. Pemilihan dalam Munas berlangsung dengan mekanisme yang demokratis dan transparan.

Munas Sepakati Perampingan Struktur Organisasi

Selain pemilihan Ketua Umum, Munas IPINDO 2026 juga membahas dan menetapkan sejumlah keputusan organisasi, termasuk restrukturisasi kepengurusan.

Peserta Munas menyepakati perampingan struktur organisasi dibandingkan periode sebelumnya. Langkah tersebut ditujukan untuk meningkatkan efisiensi kerja, mempertajam fokus program, serta memperkuat koordinasi antarbidang.

Struktur kepengurusan yang lebih ramping diharapkan dapat membuat organisasi bergerak lebih efektif dan responsif dalam menjalankan program strategis, terutama dalam penguatan riset, inovasi, serta kolaborasi antarpeneliti dan inovator di Indonesia.

Munas yang berlangsung di lingkungan BRIN tersebut sekaligus menjadi momentum bagi IPINDO untuk memastikan kesinambungan kepemimpinan sekaligus melakukan pembenahan internal organisasi.

Berawal dari Ikatan Peneliti Pemerintahan Indonesia

IPINDO memiliki sejarah panjang yang bermula dari Ikatan Peneliti Pemerintahan Indonesia (IPPI). Organisasi tersebut didirikan di Jakarta pada 11 Maret 2011, diawali dengan deklarasi para kepala Bappeda dan kepala Balitbangda tingkat provinsi, kabupaten, dan kota se-Indonesia.

Deklarasi dilakukan dalam Rakornas Kelitbangan di lingkungan Departemen Dalam Negeri. Pembentukan organisasi kemudian ditindaklanjuti pada 30 Maret 2011 melalui Munas pertama yang diikuti sejumlah pejabat fungsional peneliti di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Kemendagri dan daerah.

Dalam Munas pertama tersebut, Dr. Hadi Supratikta, M.M. dipercaya sebagai Ketua Umum.

Organisasi profesi tersebut dibentuk untuk mewadahi profesi peneliti pemerintahan, meningkatkan kompetensi dan kesejahteraan anggota, serta menjadi mitra strategis pemerintah dalam penelitian, pengkajian, dan pengembangan kebijakan publik.

Seiring dengan terbentuknya BRIN dan terintegrasinya urusan penelitian dan pengembangan ke dalam lembaga tersebut, IPPI melakukan perubahan nama melalui Munas pada 12 November 2020.

IPPI kemudian bertransformasi menjadi Ikatan Peneliti dan Inovator Pemerintahan Indonesia (IPINDO). Hadi Supratikta kembali dipercaya memimpin sebagai Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) untuk masa bakti 2020–2025, yang kemudian diperpanjang hingga 2026.

Transformasi tersebut mencerminkan perluasan peran organisasi, dari sebelumnya berfokus pada profesi peneliti menjadi juga menaungi para inovator yang menghasilkan inovasi dan solusi teknologi terapan.

Perkuat Kolaborasi Riset dan Inovasi

Sebagai organisasi profesi yang independen dan tidak berafiliasi dengan partai politik, IPINDO terus membangun kemitraan strategis dengan lembaga-lembaga di bidang riset dan inovasi.

Salah satu bentuk kerja sama tersebut diwujudkan melalui Nota Kesepahaman dengan BRIN yang ditandatangani pada 2 April 2024 untuk jangka waktu lima tahun.

Kerja sama tersebut mencakup berbagai bidang, mulai dari penelitian, pengembangan, pengkajian, penerapan, invensi hingga inovasi.

Dengan terpilihnya kembali Prof. Dr. Hadi Supratikta sebagai Ketua Umum dan ditetapkannya struktur organisasi yang lebih ramping, IPINDO diharapkan mampu memperkuat kontribusinya dalam pengembangan ekosistem riset dan inovasi nasional.

Kepengurusan periode 2026–2031 juga diharapkan dapat memperluas kolaborasi antarpeneliti dan inovator serta meningkatkan kontribusi organisasi terhadap pembangunan nasional berbasis riset, inovasi, dan pengembangan kebijakan. (*)

LAINNYA