Workshop Literasi Digital dan Parenting Digelar, Wabup Intan Soroti Dampak Penggunaan Gawai

waktu baca 3 menit
Senin, 31 Agu 2026 16:19 30 Nazwa

TANGERANG | TD — Pemerintah Kabupaten Tangerang terus mendorong penguatan pola pengasuhan anak di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital. Upaya tersebut salah satunya dilakukan melalui Workshop Penguatan Karakter Anak, Literasi Digital, dan Parenting yang digelar di Aula Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Tangerang, Senin (31/8/2026).

Workshop tersebut dibuka oleh Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah. Kegiatan ini menjadi ruang edukasi bagi orang tua, anak, tenaga pendidik, serta sejumlah pihak terkait untuk memahami pentingnya pendampingan anak dalam menghadapi perkembangan teknologi.

Dalam sambutannya, Wabup Intan mengatakan perkembangan teknologi memiliki dua sisi yang perlu diperhatikan. Di satu sisi, teknologi dapat menjadi sarana bagi anak untuk memperoleh pengetahuan, mengembangkan kreativitas, serta meningkatkan kemampuan berpikir kritis.

Namun, di sisi lain, penggunaan teknologi tanpa pendampingan yang tepat dapat membawa berbagai risiko terhadap tumbuh kembang anak. Karena itu, menurutnya, kemampuan orang tua dalam menerapkan pola pengasuhan yang positif perlu berjalan beriringan dengan pemahaman mengenai literasi digital.

“Pola pengasuhan yang positif atau positive parenting dan literasi digital sangat penting dan perlu terus diperkuat di era digital. Pengasuhan kaku atau serba melarang sudah tidak relevan lagi. Orang tua harus menerapkan positive parenting dengan menjadi teman diskusi yang hangat serta pembimbing yang bijak,” ungkap Wabup Intan.

Ia menambahkan, orang tua tetap perlu menetapkan batasan dalam penggunaan gawai sekaligus melakukan pengawasan terhadap konten yang diakses anak. Pendampingan tersebut dinilai penting untuk mencegah berbagai dampak negatif yang dapat muncul akibat penggunaan perangkat digital secara berlebihan maupun tanpa kontrol.

“Di sisi lain, pembatasan penggunaan gawai dan pengawasan konten tetap wajib dilakukan guna mencegah dampak buruk seperti keterlambatan bicara atau speech delay pada anak,” ujarnya.

Menurut Intan, anak-anak yang tumbuh saat ini merupakan bagian dari Generasi Z dan Generasi Alfa yang sejak usia dini telah akrab dengan teknologi. Kemampuan mereka dalam menggunakan perangkat digital bahkan membuat anak dapat mengakses berbagai informasi dengan cepat.

Kondisi tersebut, kata dia, perlu diimbangi dengan pendampingan dari orang dewasa. Kemahiran menggunakan teknologi tidak cukup apabila tidak disertai kemampuan berkomunikasi, bersikap santun, serta membangun karakter yang baik dalam kehidupan sehari-hari.

“Jemari mereka sangat lincah berselancar di layar gawai dan mahir di dunia maya. Namun di balik itu, ada potensi bahaya jika tanpa pendampingan yang tepat. Kita tidak ingin anak-anak mahir di dunia maya tetapi kehilangan karakter dan kesantunan di dunia nyata,” katanya.

Lebih lanjut, Intan menilai orang tua memiliki peran penting dalam membantu anak memahami batas antara pemanfaatan teknologi untuk hal positif dan penggunaan yang berpotensi merugikan. Pendekatan yang dilakukan pun tidak semata-mata melalui larangan, tetapi dengan komunikasi dan keteladanan.

“Karakter anak tidak bisa diunduh dari internet, tetapi dibentuk dari keteladanan dan kasih sayang di tengah keluarga. Mewujudkan generasi emas adalah gerakan bersama yang membutuhkan sinergi orang tua, sekolah, pemerintah, hingga masyarakat,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala DP3A Kabupaten Tangerang, Ratih Rahmawati, mengatakan workshop tersebut merupakan salah satu bentuk tindak lanjut atas Peraturan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Permen PPPA) Nomor 4 Tahun 2024 tentang Layanan Pemenuhan Hak Anak.

“Kegiatan ini menghadirkan para narasumber dari Kepolisian, Kejaksaan Negeri Tangerang, jajaran tenaga pendidik, dan perwakilan organisasi kemasyarakatan. Lebih dari 200 peserta, baik orang tua maupun anak-anak dari jenjang PAUD sampai SMA/sederajat,” jelas Ratih.

Ia menambahkan, DP3A Kabupaten Tangerang berkomitmen untuk terus mendorong berbagai upaya nyata dalam memperkuat perlindungan dan pemenuhan hak anak, termasuk melalui edukasi kepada keluarga dan masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, pemahaman mengenai pengasuhan positif dan literasi digital diharapkan semakin kuat sehingga orang tua tidak hanya mampu mengawasi penggunaan gawai, tetapi juga dapat menjadi pendamping yang aktif dalam perkembangan anak di era digital. (*)

LAINNYA