Pegadaian dan POGI Gelar Merdeka Stunting 2026, Fokus Cegah Stunting Sejak Kehamilan

waktu baca 3 menit
Sabtu, 22 Agu 2026 21:18 32 Nazwa

JAKARTA | TD — PT Pegadaian (Persero) Kantor Wilayah IX Jakarta 2 berkolaborasi dengan Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) Wilayah Banten menggelar program “Merdeka Stunting 2026” di Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Kamis (20/8/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Pegadaian Peduli Perempuan Berdaya 2026 SPRIN (Selamatkan Perempuan Indonesia) dengan mengusung tema “Dari Ibu Hamil, Semua Jadi Penting”. Program ini menjadi bagian dari gerakan nasional yang dilaksanakan di 36 kota di Indonesia sebagai upaya preventif mendukung lahirnya generasi Indonesia Emas yang sehat dan bebas stunting.

Di wilayah Jakarta 2, kegiatan difokuskan pada pemeriksaan kesehatan dan edukasi pencegahan anemia serta hipertensi bagi ibu hamil dan peserta Program Keluarga Harapan (PKH).

Para peserta mendapatkan sejumlah layanan kesehatan secara gratis, mulai dari pemeriksaan tekanan darah, edukasi nutrisi, konsultasi kesehatan kehamilan, hingga pemeriksaan ultrasonografi (USG) yang dilakukan tim medis POGI.

Pemimpin Wilayah PT Pegadaian (Persero) Kanwil IX Jakarta 2, Maryono, mengatakan program tersebut merupakan bentuk kontribusi Pegadaian dalam mendukung kesehatan ibu dan anak sekaligus membantu mencegah stunting sejak masa kehamilan.

“Melalui kolaborasi strategis dengan POGI dan program Pegadaian Peduli, PT Pegadaian Kantor Wilayah IX Jakarta 2 berkomitmen untuk tidak hanya hadir sebagai lembaga keuangan, tetapi juga menjadi pilar pendukung kesehatan dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Maryono.

Menurutnya, upaya pencegahan stunting perlu dilakukan sejak kehamilan melalui pemeriksaan kesehatan secara berkala serta pemenuhan kebutuhan gizi yang tepat.

“Pencegahan stunting harus dimulai dari masa kehamilan. Kami berharap edukasi dan fasilitas pemeriksaan gratis ini memberikan dampak nyata bagi ibu hamil dalam mempersiapkan generasi penerus yang sehat dan berkualitas menuju Indonesia Emas,” katanya.

Sementara itu, Pemimpin Cabang PT Pegadaian (Persero) CP Cikupa, Dody Haryono, mengapresiasi antusiasme masyarakat yang mengikuti rangkaian kegiatan tersebut.

“Kami di unit cabang sangat bersyukur dapat menjadi bagian langsung dalam menyalurkan kepedulian perusahaan kepada masyarakat sekitar. Program Merdeka Stunting 2026 ini memberikan akses pemeriksaan medis berkualitas seperti USG dan konsultasi gizi yang sangat dibutuhkan ibu hamil,” kata Dody.

Ia berharap pendampingan tersebut dapat meningkatkan kesadaran ibu hamil mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan menerapkan pola hidup sehat selama masa kehamilan.

“Harapan kami, pendampingan ini dapat meningkatkan kesadaran pola hidup sehat ibu hamil di wilayah kami sehingga bayi lahir sehat dan terbebas dari risiko stunting,” ujarnya.

Manfaat program juga dirasakan langsung oleh peserta. Rahayu Prasetyani, salah seorang penerima manfaat, mengaku memperoleh banyak informasi penting setelah mengikuti pemeriksaan dan konsultasi kesehatan.

“Senang sekali mengikuti kegiatan Pegadaian kali ini, Merdeka Stunting 2026. Kesan saya senang bisa bertemu tim medis yang ramah, jadi lebih peduli terhadap kesehatan,” ungkap Rahayu.

Memasuki trimester terakhir kehamilan, Rahayu mengaku terbantu dengan informasi yang diperolehnya, termasuk mengenai kondisi dan perkembangan janin.

“Sekarang sudah di trimester terakhir, jadi bisa tahu apa yang harus dipersiapkan. Alhamdulillah tadi dapat masukan dari tim medis mengenai BBJ (Berat Badan Janin), jadi diharuskan diet gula dan karbo. Terima kasih semuanya, untuk tim Pegadaian dan tim medis,” katanya.

Selain layanan pemeriksaan kesehatan, peserta juga memperoleh edukasi mengenai manajemen gizi serta pengenalan layanan digital Pegadaian yang dapat mendukung pengelolaan keuangan keluarga.

Melalui program Merdeka Stunting 2026, Pegadaian menegaskan komitmennya untuk memperluas kontribusi sosial perusahaan, tidak hanya melalui layanan keuangan, tetapi juga melalui program pemberdayaan dan kepedulian terhadap kesehatan masyarakat.

Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat kesadaran masyarakat bahwa pencegahan stunting membutuhkan perhatian sejak masa kehamilan, karena generasi sehat memang tidak muncul begitu saja dari rahim yang diberi harapan dan brosur. Ia membutuhkan pengetahuan, pemeriksaan, gizi, dan pendampingan yang nyata. (*)

LAINNYA