Mahasiswa KKN UMT Ajak Siswa SDN Jelupang 02 Ubah Sampah Plastik Jadi Karya Kreatif

waktu baca 3 menit
Rabu, 12 Agu 2026 22:07 34 Nazwa

KOTA TANGSEL | TD — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) mengajak siswa SDN Jelupang 02, Tangerang Selatan, mengubah sampah plastik menjadi berbagai karya kreatif. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sekaligus mendorong kreativitas siswa melalui pemanfaatan barang bekas.

Rangkaian kegiatan diawali dengan sosialisasi pada Rabu, 5 Agustus 2026, pukul 08.30–09.30 WIB. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN memberikan edukasi kepada siswa mengenai jenis-jenis sampah, dampak sampah plastik terhadap lingkungan, serta pentingnya menerapkan prinsip 3R, yakni Reduce, Reuse, dan Recycle, dalam kehidupan sehari-hari.

Mahasiswa juga menjelaskan bahwa sampah plastik yang sudah tidak terpakai tidak selalu harus berakhir di tempat pembuangan. Dengan kreativitas dan pengolahan sederhana, sejumlah jenis sampah plastik dapat dimanfaatkan kembali menjadi benda yang memiliki nilai guna dan estetika.

Edukasi tersebut kemudian dilanjutkan dengan praktik pembuatan prakarya pada Jumat, 7 Agustus 2026, pukul 08.00–09.00 WIB. Kegiatan diikuti seluruh siswa kelas 5 yang terdiri atas kelas 5A, 5B, 5C, dan 5D.

Dalam praktik tersebut, mahasiswa KKN dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk mendampingi siswa di masing-masing kelas. Pendampingan dilakukan mulai dari memberikan contoh, menjelaskan tahapan pembuatan, hingga membantu siswa yang mengalami kesulitan selama proses pengerjaan.

Di kelas 5A, siswa didampingi Farihah dan Aisyah. Para siswi membuat kolase dari potongan bungkus plastik bekas makanan dan minuman yang disusun mengikuti gambar yang telah disiapkan. Sementara itu, para siswa membuat lampion berbentuk gurita menggunakan botol plastik bekas.

Kegiatan serupa berlangsung di kelas 5B dengan pendampingan Yunanda, Wanda, dan Cahaya. Para siswa membuat lampion berbentuk gurita dari botol plastik serta mengerjakan kolase secara berkelompok dengan memanfaatkan sampah plastik bekas.

Di kelas 5C, Hera, Revina, dan Desty mendampingi siswa membuat prakarya berbentuk gurita dari botol plastik bekas. Siswa tidak hanya mengikuti arahan yang diberikan, tetapi juga diberi kesempatan mengembangkan bentuk dan tampilan karya sesuai kreativitas masing-masing.

Sementara itu, siswa kelas 5D yang didampingi Siti, Khalila, dan Alfie membuat bunga matahari dari bungkus plastik bekas makanan. Potongan-potongan plastik disusun dan ditempel hingga membentuk karya dekoratif yang memiliki nilai estetika.

Mahasiswa KKN lainnya turut melakukan monitoring dari satu kelas ke kelas lainnya. Mereka membantu siswa yang mengalami kendala, memastikan kegiatan berjalan tertib, serta mendokumentasikan proses pembuatan prakarya.

Antusiasme siswa terlihat selama kegiatan berlangsung. Mereka aktif bertanya, saling membantu, dan menunjukkan semangat ketika mengolah sampah plastik menjadi karya. Sejumlah siswa bahkan berencana memajang hasil karya mereka di kelas maupun membawanya pulang untuk dijadikan hiasan di rumah.

Kegiatan tersebut mendapat dukungan dari pihak SDN Jelupang 02 di bawah kepemimpinan Kepala Sekolah Asli Maryuli, S.Pd., M.Pd. Dukungan dari pihak sekolah dan guru turut membantu mahasiswa KKN dalam melaksanakan kegiatan edukasi dan praktik pengolahan sampah plastik.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN UMT berupaya memperkenalkan pengelolaan sampah kepada siswa dengan pendekatan yang edukatif dan menyenangkan. Siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai 3R, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung dalam mengubah barang yang sudah tidak terpakai menjadi karya kreatif.

Kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk membangun kebiasaan peduli lingkungan di kalangan siswa. Pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh di sekolah juga diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di rumah maupun di lingkungan masyarakat.

Melalui kreativitas sederhana, siswa SDN Jelupang 02 belajar bahwa sampah plastik dapat memiliki nilai baru ketika dikelola dengan tepat. Dari botol plastik dan bungkus makanan bekas, mereka tidak hanya menghasilkan karya, tetapi juga belajar tentang kreativitas, kerja sama, dan tanggung jawab terhadap lingkungan. (*)

LAINNYA