Bupati Tangerang Pastikan Penanganan Kebakaran TPA Jatiwaringin Dilakukan Maksimal hingga Api Padam

waktu baca 4 menit
Rabu, 1 Jul 2026 10:22 51 Nazwa

TANGERANG | TD – Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, memastikan penanganan kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, dilakukan secara maksimal hingga api benar-benar padam. Seluruh perangkat daerah dikerahkan untuk mempercepat proses pemadaman sekaligus meminimalkan dampak kebakaran terhadap masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Bupati Maesyal saat meninjau langsung lokasi kebakaran pada Selasa malam (30/6/2026). Dalam kesempatan itu, ia memimpin koordinasi lintas instansi guna memastikan seluruh upaya penanganan berjalan optimal.

Menurut Maesyal, kebakaran bermula dari munculnya titik api kecil yang diduga dipicu kondisi cuaca kemarau serta gas metana dari timbunan sampah. Embusan angin yang cukup kencang kemudian membuat api dengan cepat menjalar ke sejumlah area di TPA seluas sekitar 33 hektare tersebut.

“Kami menerima laporan dari Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan terkait adanya titik api di TPA Jatiwaringin. Awalnya api masih kecil, namun karena angin bertiup cukup kencang, api kemudian menyebar ke area lain yang memiliki timbunan sampah,” ujar Maesyal.

Sejak kebakaran terjadi, proses pemadaman terus dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta tim pemadam kebakaran. Namun, upaya tersebut menghadapi kendala lantaran sejumlah titik api berada di lokasi yang sulit dijangkau kendaraan pemadam.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, Pemkab Tangerang mengerahkan alat berat guna membuka akses menuju titik-titik kebakaran agar armada pemadam dapat menjangkau lokasi secara lebih efektif.

“Kami sekarang sedang berupaya membuka akses menuju titik-titik api dengan membongkar timbunan sampah menggunakan alat berat. Tujuannya agar kendaraan pemadam dan alat berat dapat lebih dekat ke lokasi sehingga proses penyiraman bisa dilakukan secara maksimal,” jelasnya.

Selain memperkuat penanganan dari jalur darat, Pemerintah Kabupaten Tangerang juga berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk mengoptimalkan proses pemadaman. Operasi penyiraman dari udara menggunakan helikopter disiapkan guna menjangkau titik api yang tidak dapat diakses kendaraan maupun alat berat.

“Alhamdulillah tadi juga sudah hadir dari BNPB dan besok direncanakan dilakukan penyiraman dari udara menggunakan helikopter. Langkah ini dilakukan karena masih ada beberapa lokasi yang tidak bisa dijangkau kendaraan pemadam maupun alat berat,” katanya.

Maesyal mengungkapkan, sebelum kebakaran terjadi, DLHK bersama BPBD sebenarnya telah melakukan langkah antisipasi dengan penyiraman di sejumlah titik sejak memasuki musim kemarau. Namun, luasnya area TPA serta masih adanya lokasi yang sulit dijangkau menyebabkan potensi keluarnya gas metana tetap memicu kebakaran.

Di samping fokus memadamkan api, Pemkab Tangerang juga memprioritaskan keselamatan warga yang terdampak asap. Bersama unsur kecamatan, TNI, Polri, dan pemerintah desa, warga telah dievakuasi ke lokasi yang lebih aman.

“Pak Camat, Kapolsek, Danramil dan para kepala desa sudah bergerak mengungsikan warga yang terdampak asap. Ada yang ditempatkan di kantor desa dan ada juga yang ditampung di masjid agar masyarakat tetap aman dan nyaman,” tuturnya.

Pemerintah daerah juga menyiagakan tenaga kesehatan dari puskesmas setempat untuk memberikan pemeriksaan kesehatan kepada warga terdampak. Pelayanan kesehatan akan diperluas hingga ke lingkungan RT dan RW di sekitar lokasi kebakaran.

Untuk mendukung proses pemadaman, Pemkab Tangerang turut mengerahkan berbagai sumber daya, termasuk pasokan air bersih dari Perumdam TKR sebagai sumber air bagi armada pemadam kebakaran.

“Kami memanfaatkan seluruh sumber daya yang ada, termasuk bantuan pasokan air dari Perumdam TKR untuk mendukung proses pemadaman. Kami akan terus berupaya hingga api benar-benar dapat dipadamkan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Maesyal mengatakan pemerintah daerah tengah mengkaji penetapan status darurat mengingat dampak kebakaran tidak hanya mengancam lingkungan, tetapi juga kesehatan masyarakat.

Di tengah proses penanganan tersebut, ia memastikan pelayanan pengelolaan sampah tetap berjalan normal dengan volume sampah yang masuk ke TPA Jatiwaringin sekitar 1.200 ton per hari. Pengaturan area pembuangan juga terus dilakukan agar layanan persampahan tidak terganggu.

Bupati Maesyal menambahkan, peristiwa ini menjadi momentum untuk mempercepat implementasi Program Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) sebagai solusi pengelolaan sampah yang lebih modern dan berkelanjutan.

“Kami berharap pemerintah pusat dapat memberikan dukungan percepatan terhadap program pengolahan sampah menjadi energi listrik. Kejadian ini menjadi salah satu alasan penting agar penanganan sampah dapat dilakukan dengan teknologi yang lebih baik di masa depan,” pungkasnya. (*)

LAINNYA