KOTA TANGSEL | TD – Wakil Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Pilar Saga Ichsan mengatakan bahwa pihaknya tengah membutuhkan sedikitnya 13 unit armada bus sekolah gratis kepada pemerintah pusat.
Hal tersebut dikatakan usai melalukan pertemuan terkait pengembangan transportasi yang terintegrasi di Kantor Direktorat Jenderal Perhubungan Darat pada, Selasa, (9/6/2026).
Pilar mengungkapkan bahwa bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam mengembangkan layanan transportasi yang telah berjalan dan mendapat respons positif dari masyarakat.
Menurutnya, pemerintah pusat memiliki program hibah bus sekolah berukuran sedang yang dinilai cocok untuk kondisi jalan di sejumlah kawasan permukiman di Tangsel. Armada tersebut memiliki ukuran serupa kendaraan Hiace sehingga lebih fleksibel menjangkau jalan-jalan yang lebih kecil.
“Program bus sekolah di Tangsel sudah berjalan dengan baik. Karena itu kami datang untuk menunjukkan bahwa program ini bukan lagi konsep, tetapi sudah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” kata Pilar. Rabu, (10/6/2026).
Saat ini, kata Pilar, tercatat layanan bus sekolah gratis di Tangsel mampu melayani sekitar 90 ribu penumpang dalam setahun. Setiap armada bahkan dapat mengangkut lebih dari 50 penumpang per hari.
“Semua gratis. Orang tua tidak mengeluarkan biaya sama sekali, baik untuk berangkat maupun pulang sekolah. Ini sangat membantu, terutama bagi keluarga yang membutuhkan layanan khusus,” katanya.
Pilar menilai program tersebut tidak hanya membantu mengurangi beban biaya transportasi keluarga, tetapi juga berdampak pada pengurangan kemacetan dan emisi kendaraan bermotor.
“Masih membutuhkan sedikitnya 13 unit bus sekolah tambahan. Namun jumlah bantuan yang akan diberikan pemerintah pusat masih menunggu keputusan Kementerian Perhubungan karena program hibah tersebut akan dibagikan ke ratusan daerah di Indonesia,” jelasnya.
Saat ini, Pemkot Tangsel juga mengoperasikan layanan khusus bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) dengan dua bus besar dan satu armada Hiace. Layanan tersebut melayani siswa Sekolah Khusus Hebat (SKH) dari berbagai wilayah di Tangsel secara gratis.
Selain mengajukan hibah dari pemerintah pusat, Pemkot Tangsel juga terus mencari alternatif penambahan armada melalui sistem sewa kendaraan. Skema tersebut dinilai lebih efisien karena biaya perawatan dan risiko kerusakan menjadi tanggung jawab penyedia armada.
“Ke depan, berharap jumlah bus sekolah gratis di Tangsel dapat terus bertambah seiring meningkatnya kebutuhan layanan transportasi, termasuk untuk mendukung program-program pendidikan baru yang akan hadir di Kota Tangsel,” pungkasnya. (Idris Ibrahim)