Diupgrade 10 Ton per Hektar, Agis: Sawah Kota Serang Siap Jadi Pilot Project Lumbung Swasembada Pangan

waktu baca 3 menit
Selasa, 5 Mei 2026 16:37 55 Deni Kusuma

KOTA SERANG – Upaya meningkatkan ketahanan pangan terus digenjot Pemerintah Kota Serang bersama pihak terkait. Kali ini, sawah pertanian di Kota Serang menjadi fokus utama dengan target ambisius peningkatan produksi padi hingga 10 ton per hektar, dari sebelumnya masih dibawah angka tersebut.

Diketahui, upaya untuk mendongkrak hasil pertanian di Kota Serang secara signifikan itu salah satunya melalui penerapan teknologi pertanian modern, dengan menggunakan alat pertanian yang bernama Alat Tanam Benih Langsung (Atabela), sebuah inovasi teknologi pertanian yang dirancang untuk menanam padi rapat, yang dapat meningkatkan efisiensi waktu, tenaga kerja, dan benih.

Wakil Wali Kota Serang, Nur Agis Aulia, menegaskan bahwa sejumlah lahan sawah di Kota Serang tengah dipersiapkan sebagai pilot project untuk mendukung program swasembada pangan. Program ini menjadi project percontohan bersama 14 Provinsi lainnya di Indonesia dalam meningkatkan produktivitas pertanian secara signifikan.

“Produksinya terus kita upgrade. Kita dorong agar tembus mencapai 10 ton per hektar,” ujar Agis, usia menghadiri acara tanam perdana Sistem Pertanian Modern Advanced Agriculture System (PM-AAS) Provinsi Banten di Kelurahan Margaluyu, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Selasa (5/5/2026).

Turut hadir dalam acara tanam percontohan tersebut, Gubernur Banten Andra Soni, Sekertaris Badan Perakitan dan modernisasi Pertanian Kemntan RI Husnain, dan jajaran.

Lanjut Agis, peningkatan produktivitas hasil pertanian di Kota Serang juga akan didukung dengan berbagai langkah konkret, mulai dari penggunaan benih unggul, pemupukan yang tepat, hingga penerapan teknologi pertanian modern. Selain itu, pendampingan kepada petani juga akan diperkuat agar proses budidaya berjalan optimal.

Agis menyakini, melalui langkah maju ini, tidak hanya akan memberikan dampak pada peningkatan hasil panen sjaa, tapi juga pada kesejahteraan petani. Dengan hasil yang lebih tinggi, diharapkan pendapatan petani terus meningkat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah.

“Kalau ini berhasil, Kota Serang tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan pangannya sendiri, tetapi juga bisa menjadi lumbung pangan yang berkontribusi untuk daerah lain,” katanya.

Pemkot Serang juga akan menggandeng berbagai pihak, termasuk pemerintah pusat dan stakeholder terkait, guna memastikan program berjalan maksimal. Sinergi ini dinilai penting untuk menghadirkan inovasi dan solusi dalam menghadapi tantangan di sektor pertanian.

Dengan langkah strategis tersebut, Kota Serang optimistis dapat menjadi daerah percontohan dalam mewujudkan swasembada pangan nasional sekaligus memperkuat ketahanan pangan di tingkat lokal.

Program dukungan swasembada pangan ini, menurut Agis, sejalan dengan Program Wali Kota Serang dan Wakil Wali Kota Serang Budi-Agis dalam menciptakan Serang Hijau dan Serang Makmur.

Sekertaris Badan Perakitan dan modernisasi Pertanian Kemntan RI, Husnain menjelaskan, program tanam padi rapat saat ini tengah digalakan di 14 Provinsi lainnya secara serempak.

“Kedepan, setelah project percontohan ini berhasil, tentunya akan kita perluas ke daerah-daerah lainnya,” jelasnya.

Serupa Andra Soni mengaku tidak sabar untuk menunggu hasil padi di Kota Serang agar bisa tembus mencapai 10 ton per hektarnya.

LAINNYA