Juknis Disiapkan Lebih Awal, Dindikbud Tangsel Pastikan SPMB 2026 Tanpa Perubahan

waktu baca 2 menit
Selasa, 14 Apr 2026 09:28 66 Redaksi

KOTA TANGSEL Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) memastikan seluruh persiapan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 telah dilakukan lebih awal dibandingkan daerah lain di Provinsi Banten. Langkah ini diambil untuk menjamin proses penerimaan berjalan lebih tertib, transparan, dan kondusif.

Petunjuk teknis (juknis) bahkan telah lebih dulu disusun sebagai fondasi utama pelaksanaan SPMB tahun ini. Dengan demikian, Dindikbud kini tinggal memaksimalkan tahap sosialisasi kepada masyarakat.

Kepala Dindikbud Tangsel, Deden Deni, mengatakan koordinasi lintas sektor telah dilakukan, mulai dari satuan pendidikan hingga unsur kewilayahan, guna memastikan kesiapan pelaksanaan di lapangan.

“Juknis sudah kita siapkan lebih dulu. Koordinasi dengan sekolah juga sudah. Selanjutnya tinggal sosialisasi ke masyarakat yang akan dibantu oleh sekolah dan kewilayahan,” ujarnya, Selasa (14/4/2026).

Ia menegaskan, skema SPMB 2026 secara umum tidak mengalami perubahan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Sistem penerimaan tetap mengacu pada empat jalur utama, yakni domisili, prestasi, mutasi, dan afirmasi.

“Tidak ada perbedaan, masih sama seperti tahun lalu, baik dari jalur maupun persentasenya,” jelasnya.

Untuk jalur domisili, Dindikbud masih menerapkan sistem klaster berbasis jarak tempat tinggal calon peserta didik dengan sekolah. Skema ini dinilai efektif dalam mendorong pemerataan akses pendidikan.

“Ada pembagian klaster jarak, misalnya radius satu kilometer hingga di atas dua kilometer. Polanya masih sama seperti sebelumnya,” terangnya.

Deden berharap pelaksanaan SPMB tahun ini dapat berlangsung lebih kondusif, seiring dengan dimulainya persiapan lebih dini. Selain itu, keberlanjutan program bantuan pendidikan dinilai turut membantu menyeimbangkan antara daya tampung sekolah dengan jumlah peminat.

“Program bantuan pendidikan masih berjalan. Ini juga membantu menyeimbangkan antara kebutuhan dan daya tampung,” ungkapnya.

Di sisi lain, Pemerintah Kota Tangsel terus melakukan pembangunan sejumlah unit sekolah baru sebagai upaya mengatasi keterbatasan kapasitas. Langkah ini diharapkan dapat menciptakan kondisi yang lebih ideal antara jumlah peserta didik dan fasilitas pendidikan yang tersedia.

“Sambil kita bangun beberapa sekolah, mudah-mudahan ke depan semakin ideal antara kebutuhan dan daya tampung,” tambahnya.

Adapun sosialisasi SPMB 2026 mulai digencarkan pada bulan ini. Dindikbud juga telah berkoordinasi dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) terkait kesiapan aplikasi pendukung sistem penerimaan.

“Sosialisasi mulai bulan ini. Koordinasi dengan Diskominfo terkait aplikasi juga sudah, begitu juga dengan sekolah. Tinggal sosialisasi ke masyarakat, kemungkinan setelah ujian,” jelasnya.

Untuk jadwal pelaksanaan, SPMB 2026 direncanakan berlangsung pada akhir Juni hingga awal Juli 2026. Pemerintah berharap seluruh tahapan dapat berjalan lancar tanpa kendala berarti. (Idris Ibrahim/Red)

LAINNYA