Wakil Wali Kota Serang Nur Agis Aulia ajak kolaborasi percepat pembangunan Kota Serang melalui sinergi lintas sektor. (Foto: Ist) KOTA SERANG | TD — Wakil Wali Kota Serang, Nur Agis Aulia, mengajak seluruh stakeholder untuk bersinergi dalam mempercepat pembangunan di Kota Serang. Kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat dinilai menjadi kunci utama dalam mendorong kemajuan daerah ke arah yang lebih baik dan berkelanjutan.
Hal tersebut disampaikan saat menghadiri penutupan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Serang Tahun 2027 di Kampus Unbaja, Kecamatan Curug, Kota Serang, Senin (6/4/2026).
Menurut Agis, percepatan pembangunan membutuhkan keterlibatan aktif seluruh pihak agar program yang direncanakan dapat berjalan optimal.
“Percepatan pembangunan harus dilakukan secara bersama-sama. Semua stakeholder memiliki peran penting dalam mewujudkan Kota Serang yang maju dan sejahtera,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya komunikasi dan koordinasi yang solid antar pemangku kepentingan. Dengan sinergi yang kuat, berbagai tantangan pembangunan seperti infrastruktur, ekonomi, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia dapat diatasi secara lebih efektif.
Agis menegaskan, Pemerintah Kota Serang membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya bagi pelaku usaha, akademisi, dan komunitas masyarakat untuk turut berkontribusi dalam pembangunan. Langkah ini diharapkan mampu melahirkan inovasi serta solusi yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Dengan kebersamaan dan komitmen semua pihak, kita optimistis Kota Serang akan semakin berkembang dan mampu bersaing dengan daerah lain,” katanya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa Musrenbang RKPD merupakan media interaktif untuk menyampaikan rencana pembangunan sekaligus menyerap masukan dari para pemangku kepentingan sebagai bahan penyempurnaan dokumen RKPD Tahun 2027.
Penyusunan RKPD, lanjutnya, dilakukan melalui pemaduan berbagai pendekatan perencanaan, mulai dari top-down, bottom-up, teknokratik, hingga politis, yang mengakomodasi aspirasi masyarakat serta pokok-pokok pikiran DPRD. Seluruhnya diarahkan pada prinsip penganggaran berbasis program prioritas dengan pendekatan holistik-tematik, integratif, dan spasial.
Di sisi lain, Agis mengungkapkan bahwa pembangunan Kota Serang dihadapkan pada kebutuhan pembiayaan yang besar. Karena itu, diperlukan upaya peningkatan kapasitas fiskal daerah melalui optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), serta dukungan pembiayaan dari pemerintah pusat, provinsi, dan dunia usaha.
“Kondisi fiskal daerah saat ini menjadi perhatian utama dalam penyusunan program prioritas pembangunan. Setiap kebijakan harus memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Ia juga mengajak seluruh komponen masyarakat untuk mendukung akselerasi pembangunan melalui peningkatan koordinasi, kolaborasi, dan sinergi lintas sektor yang inovatif, termasuk optimalisasi potensi unggulan daerah sebagai solusi strategis menghadapi berbagai tantangan.
Dengan langkah tersebut, diharapkan penyelenggaraan pembangunan Kota Serang Tahun 2027 dapat berjalan lebih terarah, terukur, dan akuntabel.
“Harapan kita, Kota Serang semakin maju. Untuk itu diperlukan peran, partisipasi, dan dukungan seluruh elemen masyarakat dalam menghadapi kompleksitas tantangan pembangunan,” pungkasnya. (Deni/Red)