Kepala Dindikbud Kota Tangsel, Deden Deni, bersama narasumber dalam kegiatan Sosialisasi Pelaksanaan Wajib PAUD Satu Tahun Pra-SD di Ruang Blandongan, Kamis (05/02/2026). Kegiatan ini bertujuan memperkuat layanan pendidikan demi mengoptimalkan masa golden age anak-anak di Tangerang Selatan. (Foto: Ist)KOTA TANGSEL | TD – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) terus mengoptimalkan masa golden age anak melalui penguatan layanan dan peningkatan partisipasi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Langkah ini dilakukan sebagai upaya memastikan anak-anak memperoleh stimulasi perkembangan yang optimal sejak usia dini.
Komitmen tersebut ditegaskan dalam kegiatan sosialisasi yang diselenggarakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Tangsel pada Kamis (05/02/2026) di Ruang Blandongan, Pusat Pemerintahan Kota Tangsel.
Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Banten, Aria Ahmad Mangunwibawa, mengapresiasi upaya Pemkot Tangsel dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pentingnya pendidikan PAUD sebagai bagian dari program prioritas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen).
Menurut Aria, PAUD merupakan fase pendidikan yang tidak dapat terulang dalam perjalanan hidup anak. Berbeda dengan jenjang pendidikan lain yang masih memiliki jalur alternatif seperti pendidikan kesetaraan, PAUD hanya terjadi satu kali pada masa awal kehidupan.
“PAUD adalah kesempatan yang tidak bisa terulang. Ini masa golden age yang harus kita pastikan mendapatkan stimulasi optimal sejak dini,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pemerintah saat ini mendorong kebijakan wajib belajar satu tahun prasekolah bagi anak usia 5–6 tahun. Kebijakan tersebut bertujuan agar anak memperoleh stimulasi menyeluruh, tidak hanya pada aspek kognitif, tetapi juga sosial, emosional, bahasa, dan keterampilan dasar.
Melalui penguatan PAUD serta dukungan lintas sektor, Aria berharap setiap anak Indonesia memiliki fondasi pendidikan yang kokoh sebelum memasuki jenjang pendidikan dasar.
Sementara itu, Kepala Dindikbud Tangsel, Deden Deni, mengakui bahwa angka partisipasi PAUD di Kota Tangsel saat ini masih belum optimal dan menjadi tanggung jawab bersama.
“Ini menjadi pekerjaan rumah bagi kita semua. Partisipasi PAUD di Tangsel masih perlu ditingkatkan. Karena itu, kami terus mengedukasi dan mengajak orang tua agar menyekolahkan anak-anaknya sejak usia dini,” kata Deden.
Untuk mendukung peningkatan tersebut, Pemkot Tangsel telah menyiapkan sejumlah program, di antaranya pemberian beasiswa bagi guru PAUD serta rencana bantuan biaya pendidikan bagi sekitar 10 ribu anak PAUD.
“Program ini diharapkan mampu mendorong peningkatan partisipasi sekaligus memastikan anak-anak mendapatkan layanan pendidikan usia dini yang berkualitas sebagai dasar pembentukan karakter dan kesiapan belajar,” tambahnya.
Senada, Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan Pendidikan Nonformal Dindikbud Tangsel, Rizkia Fitria, menegaskan pentingnya pemahaman masyarakat terkait masa golden age anak.
Menurutnya, rentang usia 0–6 tahun bukanlah masa untuk menekankan kemampuan membaca, menulis, atau menghitung, melainkan masa bermain yang berperan penting dalam melatih motorik dan membentuk karakter anak.
“Melalui sosialisasi ini kami berharap masyarakat memahami bahwa usia 0–6 tahun adalah masa bermain. Bermain menjadi sarana utama untuk melatih motorik dan membentuk karakter anak sejak dini,” pungkasnya. (Idris Ibrahim)