Program Sekolah Gratis di Tangerang Diperluas, Bupati Pastikan Dukungan untuk Pendidikan Swasta

waktu baca 3 minutes
Rabu, 4 Feb 2026 15:12 0 Nazwa

TANGERANG | TD – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid kembali menegaskan keseriusan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang dalam menuntaskan program pendidikan gratis bagi SD dan SMP swasta sekaligus mendorong pemerataan akses pendidikan di wilayahnya.

Penegasan tersebut disampaikan Bupati Maesyal Rasyid saat menghadiri agenda Silaturahmi, Konsolidasi, dan Kolaborasi Pengurus Yayasan Penyelenggara Pendidikan Swasta se-Kabupaten Tangerang yang digelar Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Kabupaten Tangerang di Balai Islamic Village, Kelapa Dua, Rabu (4/2/2026).

Ia menjelaskan bahwa pelaksanaan program sekolah gratis dilakukan secara bertahap. Setelah menyasar SD dan SMP swasta umum, pemerintah daerah juga berencana memperluas cakupan program ke Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs).

“Program ini tidak bisa instan. Kita jalankan satu per satu sesuai tahapan, namun arah kebijakannya sudah jelas, yakni memastikan pendidikan yang merata bagi seluruh anak di Kabupaten Tangerang,” ujar Maesyal Rasyid.

Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa pendidikan swasta memiliki peran strategis dalam pembangunan sumber daya manusia dan harus mendapatkan dukungan yang setara dengan sekolah negeri.

Program sekolah gratis bagi SD dan SMP swasta, yang ke depan juga mencakup MI dan MTs, menurutnya merupakan wujud nyata keberpihakan Pemkab Tangerang terhadap penyelenggara pendidikan swasta.

Bupati juga menyampaikan bahwa Kabupaten Tangerang telah lebih dulu mengimplementasikan kebijakan yang sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia, khususnya dalam upaya pemerataan pendidikan. Hal itu tercermin dari alokasi anggaran pendidikan dalam APBD yang mencapai sekitar 25 persen.

“Kendati ada kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat, komitmen kami terhadap sektor pendidikan tidak berubah. Bahkan, pada 2027 anggarannya direncanakan kembali meningkat,” ungkapnya.

Selain program sekolah gratis, Pemkab Tangerang turut menjalankan program beasiswa bagi siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu. Pada tahun 2025, sebanyak 235 pelajar menerima beasiswa hingga jenjang sarjana (S1), dengan tujuan studi di dalam maupun luar negeri, seperti Universitas Al-Azhar Kairo, Swiss German University, IPB, Untirta, serta sejumlah perguruan tinggi lainnya.

Menurut Maesyal Rasyid, program tersebut telah membuka harapan baru bagi anak-anak yang sebelumnya memiliki keterbatasan akses pendidikan.

“Banyak anak yang dulu merasa masa depannya tertutup, kini bisa mengejar mimpi mereka. Dari situ kami semakin yakin bahwa pendidikan adalah investasi paling berharga,” katanya.

Ia menambahkan, pemerintah daerah terus berupaya memberikan perhatian yang adil antara sekolah negeri dan swasta, tentu dengan menyesuaikan kemampuan keuangan daerah serta regulasi yang berlaku.

“Kami tidak ingin masyarakat hanya berfokus pada sekolah negeri. Sekolah swasta harus memiliki kualitas yang setara dan juga terjangkau, sehingga pemerataan mutu pendidikan benar-benar terwujud,” jelasnya.

Melalui sinergi dengan BMPS, Pemkab Tangerang berharap tidak ada lagi anak yang putus sekolah di wilayahnya. Dengan demikian, kualitas sumber daya manusia dapat terus meningkat dan rata-rata lama sekolah masyarakat dapat mencapai 12 hingga 13 tahun.

“Mohon doanya agar kami selalu diberi kesehatan untuk menuntaskan komitmen ini. Target besar kita adalah memastikan tidak ada satu pun anak di Kabupaten Tangerang yang terabaikan dari pendidikan,” tutupnya. (*)

LAINNYA