Kolaborasi Puskesmas Tanara, Labkesda Kabupaten Serang, dan KKM Tematik UNTIRTA dalam kegiatan PROLANIS “Peduli Sehat” di Desa Pedaleman, Tanara, guna meningkatkan kesehatan dan kualitas hidup lansia penderita penyakit kronis. (Foto: Ist)SERANG | TD — Program Pengelolaan Penyakit Kronis (PROLANIS) kembali digelar di Desa Pedaleman, Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang, melalui kegiatan bertajuk “Prolanis Peduli Sehat”. Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Puskesmas Tanara, Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kabupaten Serang, serta Kelompok 75 Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Tematik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA).
PROLANIS merupakan program rutin Posyandu Desa Pedaleman yang dilaksanakan setiap empat bulan sekali. Desa Pedaleman sendiri memiliki tiga posyandu, dan pada pelaksanaan kali ini kegiatan dipusatkan di Posyandu Pos 3 RT 07 Desa Pedaleman, pada Senin (12/1/2026).
Kegiatan PROLANIS ditujukan secara gratis bagi peserta BPJS lanjut usia yang memiliki riwayat penyakit kronis, khususnya diabetes melitus dan hipertensi. Rangkaian acara diawali dengan penyuluhan kesehatan bertema “Hipertensi” yang disampaikan oleh Dr. Risa Fitria Sari. Setelah penyuluhan, kegiatan dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan dan senam pagi bersama para lansia.
Petugas Labkesda Kabupaten Serang, Irfan Fathurrohman, menjelaskan bahwa pemeriksaan kesehatan lansia dalam program PROLANIS mencakup sejumlah parameter penting. “Pemeriksaan meliputi tinggi dan berat badan, lingkar pinggang, tekanan darah, kolesterol total, HDL/LDL, urium kreatinin, mikroalbumin, serta perhitungan gula darah berdasarkan data analisis tiga bulan terakhir,” ujarnya.
Antusiasme masyarakat lansia Desa Pedaleman terhadap kegiatan PROLANIS terlihat sangat tinggi. Para peserta aktif mengikuti senam pagi dan terlibat dalam sesi tanya jawab saat penyuluhan berlangsung. Meski demikian, sebagian lansia mengeluhkan keterbatasan fisik, seperti kaki yang sudah sulit untuk berjalan.
Berdasarkan data pemeriksaan Labkesda selama tiga tahun terakhir, diketahui bahwa hampir seluruh lansia di Desa Pedaleman memiliki riwayat hipertensi. Menanggapi hal tersebut, Dr. Risa Fitria Sari mengimbau para lansia untuk menjaga pola makan dengan menghindari konsumsi makanan berminyak, bertepung, serta membatasi asupan tertentu seperti susu dan makanan tinggi lemak lainnya.
Selain dukungan dari Labkesda dan Puskesmas Tanara, Kelompok 75 KKM Tematik UNTIRTA 2026 turut berperan aktif dalam pelaksanaan kegiatan. Para mahasiswa membantu petugas kesehatan dalam proses pemeriksaan serta memeriahkan acara dengan membagikan doorprize berupa peralatan dapur kepada para lansia yang mengikuti pemeriksaan di posyandu.
Kegiatan PROLANIS ini mendapat sambutan positif dari masyarakat Desa Pedaleman. Diharapkan, kolaborasi lintas sektor antara tenaga kesehatan dan mahasiswa ini dapat terus berlanjut guna meningkatkan kualitas kesehatan dan kesejahteraan lansia, khususnya dalam pengendalian penyakit kronis di wilayah Kecamatan Tanara.
Penulis: Retno Asih Nurjannah
Mahasiswa Prodi Teknologi Pangan, Fakultas Pertanian, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. (*)