Evaluasi nilai gizi vitamin C penting untuk memastikan asupan tubuh tercukupi dan menjaga kesehatan secara optimal. (Foto: Freepik)KESEHATAN | TD — Vitamin C bukan hanya sekadar vitamin biasa. Nutrisi ini memegang peran penting dalam menjaga daya tahan tubuh, membantu metabolisme, hingga melindungi sel dari kerusakan. Meski mudah ditemukan di sayur dan buah, tahukah kamu bahwa kandungan vitamin C dalam makanan bisa berkurang drastis jika salah diolah? Oleh karena itu, evaluasi nilai gizi vitamin C menjadi langkah penting untuk memastikan tubuh mendapat manfaat maksimal dari nutrisi ini.
Vitamin C, atau asam askorbat, adalah senyawa yang larut dalam air dan bersifat asam. Tubuh manusia membutuhkannya setiap hari, tapi kebutuhan tiap individu berbeda tergantung usia dan kondisi tubuh. Anak-anak membutuhkan sekitar 35 mg/hari, dewasa 75–90 mg/hari, ibu hamil 70 mg/hari, dan ibu menyusui 95 mg/hari.
Vitamin ini berperan sebagai koenzim yang membantu enzim mempercepat reaksi biokimia. Fungsi utamanya termasuk:
Vitamin C banyak ditemukan pada sayuran dan buah, seperti:
Sementara itu, makanan hewani seperti susu dan daging hanya mengandung vitamin C dalam jumlah kecil.
Vitamin C sangat sensitif terhadap suhu tinggi, cahaya, udara, dan pH. Proses perebusan, pemasakan, atau fermentasi dapat menurunkan kadar vitamin C dalam makanan. Evaluasi nilai gizi vitamin C membantu:
Beberapa metode yang umum digunakan untuk mengevaluasi vitamin C dalam makanan:
Vitamin C adalah nutrisi penting yang mendukung kesehatan tubuh secara menyeluruh. Namun, untuk memaksimalkan manfaatnya, perlu dilakukan evaluasi nilai gizi vitamin C pada bahan pangan dan produk makanan. Dengan pemahaman ini, setiap orang bisa lebih bijak dalam memilih makanan dan menjaga asupan vitamin C agar tetap optimal.
Referensi:
Penulis : Adelia Silviana
Mahasiswa Jurusan Teknologi Pangan, Fakultas Pertanian, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. (*)