Program P3S Tangerang: Wabup Intan Tekankan Inovasi, Evaluasi, dan Peran Kader di Tiap Kecamatan

waktu baca 2 menit
Rabu, 24 Sep 2025 15:16 149 Nazwa

TANGERANG | TD – Wakil Bupati Tangerang, Hj. Intan Nurul Hikmah, mendorong seluruh kecamatan untuk tak hanya menjalankan program penurunan stunting secara administratif, tetapi juga berinovasi dan berkreasi agar dampaknya lebih terasa langsung di masyarakat.

Pesan ini disampaikannya saat melakukan monitoring lapangan atas pelaksanaan Program Percepatan Penurunan Stunting (P3S) di Kecamatan Teluknaga, yang telah menunjukkan hasil positif dengan penurunan angka stunting sekitar 4%.

“Alhamdulillah, Teluknaga menunjukkan penurunan sekitar 4%. Tapi ini belum cukup. Saya minta semua kecamatan jangan hanya menjalankan program rutin, tapi juga lebih kreatif dan inovatif agar stunting benar-benar bisa ditekan di tiap wilayah,” ujar Wabup Intan, Rabu, 24 September 2025.

Intervensi Bergizi, Harus Disertai Strategi Baru

Pemerintah Kabupaten Tangerang sendiri telah meluncurkan sejumlah intervensi penting, seperti pemberian makanan bergizi selama 120 hari bagi ibu hamil dengan kekurangan gizi (KEK), serta intervensi 90 hari untuk anak-anak yang terindikasi stunting, termasuk suplemen vitamin.

Namun, menurut Wabup Intan, intervensi tanpa evaluasi dan kreativitas hanya akan menjadi rutinitas. Ia menekankan pentingnya monitoring berkala, pencatatan hambatan di lapangan, dan evaluasi efektivitas program.

“Tugas saya sebagai Ketua TPPS adalah memastikan data yang disajikan di lapangan sinkron dengan data dinas. Kalau setelah intervensi, anak gizi buruk tetap belum membaik, berarti harus ada strategi baru. Pemerintah harus berani mengevaluasi dan berinovasi,” tegasnya.

Kreativitas Ibu Kader Kunci Perubahan

Dalam kesempatan tersebut, Wabup Intan juga menyampaikan perlunya penguatan kapasitas kader PKK dan Posyandu, terutama dalam hal pengetahuan gizi dan keterampilan mengolah makanan tambahan yang tidak hanya bergizi, tapi juga lezat dan menarik untuk anak-anak.

“Banyak anak yang susah makan bukan karena makanannya tidak ada, tapi karena tampilannya tidak menarik. Kader harus dilatih bikin menu sehat yang enak, murah, dan mudah dibuat. Buku resep ada banyak. Nanti pemerintah juga akan bantu dengan pelatihan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pemerintah daerah akan terus mendorong lahirnya menu-menu kreatif dari bahan lokal yang mudah dijangkau masyarakat, sebagai bagian dari edukasi gizi keluarga.

Puskesmas Diminta Aktif dan Terjun Langsung

Tak hanya kecamatan dan kader, peran Puskesmas juga disorot. Wabup Intan meminta agar tenaga kesehatan tidak hanya menunggu di fasilitas, tetapi aktif turun ke masyarakat bersama kader.

“Sosialisasi jangan tunggu di Puskesmas. Harus jemput bola, masuk ke kampung, ajarkan keluarga cara buat makanan tambahan dari bahan sekitar rumah. Sederhana, tapi tepat sasaran,” tandasnya.

Dengan kombinasi program yang kuat, kreativitas di lapangan, serta keterlibatan aktif semua pihak, Wabup Intan optimistis bahwa Kabupaten Tangerang bisa menjadi salah satu daerah percontohan dalam percepatan penurunan stunting. (*)

LAINNYA