Mahasiswa Tangsel Demo Dugaan Kecurangan Seleksi Jabatan di BUMD PT PITS

waktu baca 2 minutes
Kamis, 18 Sep 2025 12:42 0 Nazwa

KOTA TANGSEL | TD – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Solidaritas Mahasiswa Demokrasi Tangerang (SOMASI) menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Wali Kota Tangerang Selatan, Rabu (17/9/2025). Mereka memprotes dugaan kecurangan dalam proses seleksi jabatan strategis di Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Pembangunan Investasi Tangerang Selatan (PT PITS).

Mahasiswa menyoroti salah satu peserta seleksi berinisial SS yang diduga memberikan keterangan tidak benar dengan menyembunyikan statusnya sebagai Direktur Badan Usaha Milik Swasta (BUMS), yakni PT GCS. Padahal, berdasarkan Pengumuman Panitia Seleksi Nomor 400.14.4.3/01/Pansel PITS/2025, setiap peserta diwajibkan menandatangani surat pernyataan bermaterai Rp10.000 yang menegaskan tidak sedang menjabat sebagai direksi di BUMN, BUMD, maupun BUMS.

Menurut mahasiswa, fakta tersebut tidak hanya menunjukkan kelalaian, tetapi juga mengindikasikan adanya manipulasi yang merugikan kepentingan publik. Ironisnya, laporan resmi yang telah disampaikan SOMASI sejak 20 Agustus 2025 hingga kini tak kunjung ditanggapi oleh Ketua Panitia Seleksi yang juga menjabat sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tangsel.

“Diamnya Sekda sama saja dengan bentuk pembiaran terhadap praktik curang yang mencoreng prinsip good governance dan transparansi publik,” tegas perwakilan SOMASI.

Dalam aksinya, SOMASI menyampaikan tiga tuntutan utama, yakni:

  • Copot dan Evaluasi Total Panitia Seleksi.
    Wali Kota Tangsel diminta segera mengganti seluruh panitia seleksi jabatan Direktur Umum, Direktur Operasional, dan Komisaris PT PITS karena dianggap gagal menjaga integritas seleksi.
  • Batalkan Seluruh Hasil Seleksi yang Cacat Hukum.
    Proses seleksi mulai dari administrasi hingga uji kelayakan dan kepatutan harus diulang. Mahasiswa menegaskan, jangan biarkan jabatan strategis diisi oleh pejabat yang lolos melalui kebohongan.
  • Selidiki Dugaan Tindak Pidana.
    Kepolisian didesak turun tangan menyelidiki dugaan pelanggaran hukum berupa pernyataan tidak benar. Mahasiswa menilai hal ini bukan sekadar pelanggaran etika, tetapi masuk ranah pidana.

Koordinator SOMASI Tangerang, Yanto, menegaskan bahwa aksi ini bukan sekadar simbolik, melainkan peringatan keras dari generasi muda kepada Pemerintah Kota Tangsel.

“Jika suara rakyat terus diabaikan, gelombang aksi akan semakin besar dan masif. Kami tidak akan diam ketika keadilan diinjak-injak. Ini demi marwah konstitusi dan institusi,” seru Yanto dalam orasinya.

Hingga aksi mahasiswa tersebut selesai, tidak ada perwakilan dari Pemkot Tangsel maupun PT PITS yang menemui pendemo. (*)

LAINNYA