Warga Tigaraksa Keluhkan Asap Pabrik Plastik, Bayi Diduga Terpapar ISPA

waktu baca 2 minutes
Selasa, 21 Okt 2025 07:44 0 Nazwa

TANGERANG | TD — Warga Desa Sodong, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, mengeluhkan bau menyengat yang diduga berasal dari asap pabrik plastik PT Tiraplas Inti Kreasi. Asap tebal hasil pembakaran biji plastik ini disebut telah mengganggu kenyamanan hingga menyebabkan gangguan kesehatan pada warga sekitar.

Menurut laporan warga, bau menyengat tersebut memicu keluhan sesak napas, bahkan seorang bayi harus dirawat di rumah sakit karena diduga terpapar Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat paparan asap dari pabrik.

“Baunya sangat menyengat, terutama pada malam hari. Anak saya sampai sesak napas dan batuk-batuk akibat menghirup asap dengan bau pekat dari pabrik,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya dilansir Selasa, 21 Oktober 2025.

Dari pantauan di lapangan, pabrik yang beroperasi sejak setahun lalu itu berlokasi di Jalan KH. Moch Ahyar Sodong, Tigaraksa. Letaknya berdekatan dengan rumah ibadah Vihara serta dapur umum program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menariknya, tidak ditemukan plang nama perusahaan di area pabrik tersebut. Bangunan berdinding seng itu juga tidak memiliki cerobong asap, sehingga hasil pembakaran biji plastik langsung menyebar ke lingkungan warga.

Lius, kepala produksi pabrik, mengaku bahwa pabrik telah beroperasi setahun dengan sekitar 20 karyawan.

“Kami produksi plastik untuk pemberat kipas angin. Memang ada proses pemanasan biji plastik yang dilelehkan,” ujarnya.

Saat ditanya soal izin dan keluhan warga, Lius mengaku tidak tahu menahu dan menyebut bahwa perizinan merupakan urusan atasannya.
“Soal izin itu bos saya yang tahu, saya cuma pekerja. Kalau mau bertemu, silakan bersurat dulu,” katanya.

Sekretaris Desa Sodong, Dendi, menyebut pihaknya telah melakukan inspeksi mendadak sekitar dua minggu lalu setelah menerima laporan warga.

“Sudah kami sidak sekitar dua minggu lalu, kami datangi setelah ada keluhan dari warga karena yang terdampak ini kan warga kami,” ujarnya.

Ia menambahkan, pihak desa sudah meminta perusahaan menunjukkan izin operasional dan membuat cerobong asap, namun hingga kini belum ada tindak lanjut.

“Pihak perusahaan memang berjanji akan membuat cerobong asap dan menunjukkan izinnya, tapi sampai sekarang belum ada,” tutupnya. (*)

LAINNYA