Wakil Wali Kota Serang: Pemkot Dukung Penuh Program MBG Wujudkan SDM Unggul

waktu baca 3 minutes
Rabu, 11 Mar 2026 13:29 0 Deni Kusuma

KOTA SERANG – Wakil Wali Kota Serang Nur Agis Aulia menegaskan Pemerintah Kota (Pemkot) Serang mendukung penuh program Makanan Bergizi Gratis (MBG) bagi para siswa sebagai upaya mewujudkan sumber daya manusia (SDM) unggul, termasuk di Kota Serang.

Menurutnya, kemajuan suatu daerah tidak hanya dibuktikan melalui pesatnya pembangunan infrastruktur semata. Lebih dari itu, perkembangan kualitas SDM juga menjadi perhatian serius Pemkot Serang.

Melalui program pemberian MBG kepada para siswa, indeks perkembangan SDM di Kota Serang diyakini akan terus meningkat ke depan. Asupan makanan bergizi yang diberikan kepada para pelajar diyakini dapat mewujudkan generasi emas Indonesia kedepan.

“Kota Serang berkomitmen memajukan daerah tidak hanya dari sisi infrastrukturnya, tetapi juga dari perkembangan SDM yang menjadi perhatian serius pemerintah. Pemkot Serang dengan tegas menyatakan mendukung penuh program MBG,” kata Agis saat membuka acara pemberdayaan UMKM, koperasi, dan BUMDes untuk mendukung program MBG di salah satu hotel di kawasan Cipocok Jaya, Selasa (10/3/2026) malam.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Komunikasi Publik Nanik Sudaryati Dayang, Direktur Pemberdayaan dan Partisipasi Masyarakat BGN Tengku Syahdana, Kepala SPPG, SPPI, para ahli gizi dapur, akuntan, hingga para koki yang terlibat dalam program MBG dari Kota Serang dan Kota Cilegon.

Lebih lanjut Agis mengatakan, sejumlah temuan di lapangan yang sempat dikeluhkan masyarakat tidak dapat dijadikan alasan untuk menilai buruk program MBG secara keseluruhan.

“Karena yang kadang muncul sebagai temuan di lapangan, setelah kita selidiki, itu hanya sebagian kecil dari menu yang ada. Jadi jangan karena hal kecil lalu merusak penilaian terhadap keseluruhan program yang pada dasarnya sangat bagus dan baik,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik Nanik Sudaryati Dayang menegaskan pihaknya tidak segan untuk menutup atau melakukan suspensi terhadap mitra yang terlibat dalam pelaksanaan program MBG apabila terbukti tidak mengikuti aturan yang berlaku.

“Di otak saya hanya ada dua pilihan, yaitu tutup atau suspen mitra kita jika tidak sesuai dengan aturan,” tegas Nanik di hadapan ratusan SPPG, SPPI, ahli gizi dapur, akuntan, serta para koki yang hadir.

Menurutnya, program MBG bukan sekadar keinginan Presiden RI Prabowo Subianto, tetapi lahir dari kepedulian terhadap kondisi gizi anak-anak Indonesia.

Berkaca dari kondisi dilapangan terhadap asupan nutrisi anak-anak Indonesia yang kerap ditemukan kurang cukup, oleh karena itu, negara hadir untuk memastikan kebutuhan tersebut terpenuhi demi menciptakan generasi emas di masa depan.

“Bagaimana akan mewujudkan generasi kita unggul secara keseluruhan, jika asupan nutrisinya tidak terpenuhi. Semua ini ada alasannya, demi mewujudkan generasi emas Indonesia ke depan,” ujar Nanik.

Ia mencontohkan, masih banyak anak-anak Indonesia yang harus bekerja keras di jalanan hanya untuk mendapatkan sesuap nasi. Hal itu memunculkan pertanyaan, apakah untuk menjadi pintar dan cerdas hanya menjadi hak bagi mereka yang mampu secara ekonomi karena kebutuhan nutrisinya tercukupi.

Oleh karena itu, menurutnya pemberian MBG menjadi penting agar seluruh generasi penerus bangsa mendapatkan kesempatan yang sama tanpa adanya perbedaan.

LAINNYA