Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid bersama Gubernur Banten Andra Soni saat berdiskusi intensif dengan jajaran terkait mengenai langkah percepatan penanganan banjir di Situ Gelam, Desa Gelam Jaya, Pasar Kemis, Sabtu (24/01). (Foto: Ist)TANGERANG | TD – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid bersama Gubernur Banten Andra Soni meninjau langsung sejumlah lokasi terdampak banjir di Perumahan Vila Tomang dan kawasan Situ Gelam, Desa Gelam Jaya, Kecamatan Pasar Kemis, pada Sabtu (24/01/2026).
Dalam peninjauan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Tangerang terus menjalin sinergi dengan Pemerintah Provinsi Banten guna mempercepat penanganan banjir, khususnya di wilayah Situ Gelam.
Ia menegaskan, upaya percepatan dilakukan melalui koordinasi lintas pemerintah sebagai bentuk respons terhadap kondisi banjir yang mengganggu aktivitas warga. Salah satu langkah konkret yang ditempuh yakni pengerahan bantuan teknis tambahan ke lokasi terdampak.
“Kami bersama Pemerintah Provinsi Banten terus berkoordinasi untuk mempercepat penanganan persoalan pengairan di Situ Gelam. Gubernur juga telah mengoordinasikan dukungan teknis tambahan agar penanganan di lapangan bisa lebih optimal,” ujar Maesyal Rasyid.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa hasil koordinasi tersebut ditindaklanjuti dengan mendatangkan unit pompa tambahan berkapasitas besar guna mempercepat penyedotan air.
“Saat ini kami telah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane untuk mendatangkan pompa mobile berkapasitas 2.000 liter per detik. Peralatan tersebut sedang dalam perjalanan menuju lokasi,” jelasnya.
Maesyal Rasyid berharap, keberadaan pompa tambahan tersebut mampu mempercepat penurunan debit air di Situ Gelam sehingga kondisi wilayah terdampak dapat segera pulih dan aktivitas masyarakat kembali normal.
Sementara itu, Gubernur Banten Andra Soni menilai bahwa salah satu persoalan utama yang perlu segera ditangani secara bersama adalah normalisasi Sungai Cirarab yang melintasi wilayah Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang. Untuk itu, pihaknya akan menggelar rapat koordinasi lintas sektor dan lintas wilayah guna menyamakan persepsi dalam penanganan banjir.
“Salah satu fokus kita adalah normalisasi Sungai Cirarab. Hari ini juga melibatkan Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane. Insyaallah, pada hari Senin mendatang akan dilakukan rapat koordinasi untuk membahas hasil peninjauan lapangan dan merumuskan solusi bersama,” ungkap Andra Soni.
Menanggapi usulan skema cost sharing yang disampaikan Bupati Tangerang, Andra Soni menyatakan dukungan penuh terhadap gagasan tersebut agar penanganan banjir dapat dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan.
“Prinsipnya kami mendukung cost sharing, di mana bupati, wali kota, gubernur, hingga pemerintah pusat bersama-sama berkontribusi dalam pembiayaan. Dengan begitu, penanganan banjir tidak sekadar memindahkan air, tetapi mengarahkan aliran air ke jalur yang semestinya,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya penertiban bangunan yang berdiri di bantaran sungai, karena keberadaannya dinilai menghambat aliran air menuju muara.
“Seharusnya sempadan sungai berjarak 20 meter, namun di lapangan masih ditemukan bangunan yang berbatasan langsung dengan sungai. Ini menjadi pekerjaan rumah yang harus kita selesaikan bersama,” pungkasnya. (*)