Tinjau Banjir Pinang Griya, Wali Kota Tangerang Pastikan Keselamatan dan Kesehatan Warga

waktu baca 2 minutes
Jumat, 23 Jan 2026 13:01 0 Nazwa

KOTA TANGERANG | TD – Hujan dengan intensitas tinggi yang melanda kawasan Jabodetabek dalam beberapa hari terakhir mengakibatkan genangan air di sejumlah titik di Kota Tangerang. Beberapa wilayah yang terdampak antara lain Kelurahan Pinang, Petir, Periuk, serta Karang Tengah.

Menanggapi kondisi tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang sejak Kamis (22/01) telah menyiagakan personel untuk mengantisipasi dampak curah hujan tinggi. Pemkot juga mendirikan tiga posko pengungsian, tujuh posko layanan kesehatan, serta mengoperasikan dapur umum yang terpusat di Dinas Sosial. Hingga saat ini, sebanyak 2.910 nasi bungkus telah disalurkan kepada warga terdampak banjir.

Wali Kota Tangerang, H. Sachrudin, turun langsung meninjau lokasi banjir di Komplek Pinang Griya. Dalam kunjungannya, ia menginstruksikan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait agar bergerak cepat dan sigap dalam menangani banjir, dengan fokus utama pada keselamatan dan kesehatan masyarakat.

Sachrudin menegaskan bahwa perlindungan warga terdampak menjadi prioritas utama Pemkot Tangerang. Oleh karena itu, posko-posko kesehatan didirikan di sejumlah titik pengungsian untuk memberikan pelayanan medis, pemeriksaan kesehatan, serta memastikan ketersediaan obat-obatan, khususnya bagi balita, lansia, dan kelompok rentan lainnya.

“Kami memusatkan penanganan banjir pada aspek keselamatan dan kesehatan warga. Seluruh posko kesehatan telah disiapkan agar pelayanan medis dapat berjalan maksimal,” ujar Sachrudin, Jumat (23/01/2026).

Selain layanan kesehatan, Pemkot Tangerang juga memastikan kesiapan posko pengungsian yang aman dan layak bagi warga yang terpaksa mengungsi. Berbagai fasilitas dasar, seperti tempat istirahat dan kebutuhan sehari-hari, terus dipenuhi guna memberikan kenyamanan di tengah situasi darurat.

Untuk mendukung kebutuhan logistik, dapur umum telah beroperasi guna menyediakan makanan siap saji secara berkesinambungan, baik bagi para pengungsi maupun petugas di lapangan. Koordinasi lintas instansi terus dilakukan bersama TNI, Polri, relawan, dan unsur masyarakat agar penyaluran bantuan dapat berlangsung cepat dan merata.

Tak hanya itu, Wali Kota juga menginstruksikan para kepala sekolah di wilayah terdampak banjir untuk sementara menerapkan sistem pembelajaran jarak jauh, sehingga kegiatan belajar mengajar tetap berjalan meski dalam kondisi darurat.

“Kami ingin anak-anak tetap mendapatkan hak belajar meskipun terdampak banjir. Karena itu, sekolah-sekolah diminta menyesuaikan dengan pembelajaran jarak jauh,” tambahnya.

Di akhir peninjauan, Sachrudin mengimbau masyarakat agar tetap tenang, mematuhi arahan petugas, serta segera melaporkan jika membutuhkan bantuan. (*)

LAINNYA