Tapas Acupressure Technique: Terapi Emosional Berbasis Energi dan Pikiran

waktu baca 3 minutes
Sabtu, 28 Jun 2025 00:29 0 Nazwa

KESEHATAN MENTAL | TD – Dalam beberapa dekade terakhir, metode penyembuhan alternatif berbasis energi semakin mendapatkan perhatian, terutama dalam konteks trauma dan kesehatan mental. Salah satu pendekatan yang cukup dikenal adalah Tapas Acupressure Technique (TAT).

Teknik ini menggabungkan sentuhan lembut pada titik akupresur dengan afirmasi mental, menciptakan pengalaman penyembuhan yang unik dan mendalam. Namun, seberapa efektifkah metode ini? Mari kita telusuri lebih dalam mengenai asal-usul, cara kerja, serta pandangan para ahli tentang TAT.

Asal-usul TAT: Lahir dari Intuisi Seorang Praktisi

TAT pertama kali diperkenalkan pada tahun 1993 oleh Tapas Fleming, seorang praktisi pengobatan Tiongkok yang berasal dari California, Amerika Serikat. Dalam penjelasannya di situs resmi TATLife, ia mengungkapkan bahwa teknik ini muncul secara intuitif saat ia tertidur siang di ruang praktiknya. Ia mendapatkan inspirasi tentang posisi tangan tertentu yang melibatkan titik-titik akupresur di wajah dan kepala, serta ide untuk menyertakan afirmasi dalam proses penyembuhan.

Awalnya, Fleming mengembangkan TAT untuk mengatasi alergi, namun seiring waktu, teknik ini berkembang menjadi pendekatan yang digunakan untuk membantu penyembuhan trauma, stres, kecemasan, dan gangguan emosional lainnya.

Cara Kerja TAT: Perpaduan Akupresur dan Afirmasi

Tapas Acupressure Technique bekerja melalui beberapa tahap, yang dapat dilakukan secara mandiri atau dengan bantuan fasilitator:

1. Posisi TAT
Tangan kanan diletakkan di area wajah dan tangan kiri diletakkan di bagian belakang kepala. Jari telunjuk dan tengah pada tangan kanan menyentuh bagian dalam sudut mata dan dahi (titik akupresur), sementara tangan kiri menyangga bagian belakang kepala di titik oksipital.

2. Fokus pada Masalah
Praktisi atau peserta diminta untuk memusatkan perhatian pada perasaan, pikiran, atau peristiwa traumatis yang ingin disembuhkan.

3. Serangkaian Pernyataan atau Afirmasi
Peserta mengikuti beberapa “langkah TAT” yang terdiri dari kalimat afirmasi, seperti:
“Segala yang menyebabkan hal ini terjadi kini diketahui, dicintai, dan dilepaskan sepenuhnya.”
Langkah-langkah ini membantu individu untuk mengenali, menerima, dan melepaskan emosi atau keyakinan negatif.

4. Melepaskan ‘Energi yang Terkunci’
TAT berasumsi bahwa trauma dan emosi negatif tersimpan dalam memori seluler tubuh. Dengan melakukan pose dan afirmasi, tubuh diyakini dapat melepaskan energi yang menghambat proses penyembuhan alami.

Pandangan dan Kutipan Ahli

Tom Porpiglia, seorang konselor kesehatan mental berlisensi dari New York, menyatakan dalam wawancaranya di situs LifeScript Counseling, “TAT sangat efektif bagi mereka yang memiliki gambaran visual kuat terhadap peristiwa traumatis. Namun, jika seseorang hanya memiliki sensasi emosional tanpa visual, itu tetap bisa berhasil.”

Sementara itu, penilaian dari komunitas ilmiah lebih beragam. Dalam laman Wikipedia tentang TAT, dicatat bahwa, “Teknik ini mengklaim dapat melepaskan blokade energi yang menyebabkan emosi negatif. Namun, hingga kini belum ada bukti ilmiah yang membuktikan keberadaan ‘qi’ atau energi vital, sehingga banyak peneliti mengategorikannya sebagai pseudoscience.

Apa Kata Penelitian?

Beberapa studi awal telah mencoba menguji efektivitas TAT. Salah satunya adalah studi yang diterbitkan oleh BMC Complementary and Alternative Medicine pada 2012, yang menunjukkan bahwa TAT membantu peserta dalam mempertahankan penurunan berat badan secara signifikan dibandingkan kelompok kontrol selama 6 bulan.

Namun, peneliti juga menyatakan perlunya penelitian lanjutan yang lebih luas dan dengan metode yang lebih ketat untuk memastikan validitas hasilnya. Dalam ulasan kritis tahun 2009, teknik-teknik seperti TAT juga dikritik karena kelemahan metodologis dalam banyak penelitiannya.

Kesimpulan: Terapi yang Menjanjikan, Namun Perlu Pendekatan Bijak

Tapas Acupressure Technique menawarkan pendekatan yang menarik dalam penyembuhan emosional dengan menggabungkan tubuh dan pikiran. Bagi sebagian orang, teknik ini terbukti membantu mengatasi stres, trauma, atau emosi yang terpendam. Namun, bagi dunia medis konvensional, efektivitas TAT masih dipertanyakan dan membutuhkan lebih banyak bukti empiris.

Jika terdapat seseorang yang tertarik untuk mencoba TAT, pastikan untuk menggunakannya sebagai pelengkap bukan pengganti dari pendekatan medis profesional. Yang terpenting, bukalah diri terhadap proses penyembuhan yang mungkin berbeda dari kebiasaan umum, tetapi bisa memberikan dampak positif dalam kehidupan pribadi. (*)

LAINNYA