Tangsel Prioritaskan Sampah, Banjir, dan Kemacetan, Pemkot Klaim Mulai Teratasi

waktu baca 2 menit
Selasa, 31 Mar 2026 18:51 41 Nazwa

KOTA TANGSEL | TD — Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) memprioritaskan penanganan tiga persoalan utama daerah, yakni sampah, banjir, dan kemacetan. Sejumlah upaya yang dilakukan diklaim mulai menunjukkan hasil, terutama dalam mengurangi titik-titik banjir di beberapa wilayah.

Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie, mengatakan penanganan banjir dilakukan secara bertahap melalui pembangunan infrastruktur serta normalisasi saluran air. Ia menyebut kondisi saat ini berangsur membaik dibandingkan sebelumnya.

“Alhamdulillah, titik-titik banjir sekarang sudah mulai berkurang,” ujar Benyamin usai menghadiri rapat paripurna di DPRD Tangsel, Selasa (31/3/2026).

Selain banjir, persoalan sampah dan kemacetan juga menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Benyamin mengungkapkan, pihaknya telah menindaklanjuti berbagai rekomendasi DPRD sejak 2024 yang kemudian diakomodasi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025.

Menurutnya, secara umum rekomendasi tersebut telah dijalankan dan dilaporkan. Namun demikian, tiga isu utama tersebut masih menjadi fokus prioritas yang terus dikejar penyelesaiannya.

“Memang yang paling menonjol saat ini adalah persoalan sampah, banjir, dan kemacetan. Itu yang menjadi fokus utama kami,” katanya.

Dalam penanganan sampah, Pemkot Tangsel tengah membangun fasilitas Material Recovery Facility (MRF) di kawasan Cipeucang. Proyek tersebut telah dimulai sejak tahun lalu dan kini memasuki tahap persiapan lanjutan, termasuk proses pelelangan.

Benyamin memastikan anggaran pembangunan fasilitas tersebut telah tersedia dan ditargetkan rampung pada tahun ini.

“Sekarang sedang dalam tahap persiapan, termasuk proses pelelangan. Targetnya tahun ini selesai,” ujarnya.

Di sisi lain, Tangsel juga direncanakan masuk dalam skema pengelolaan sampah secara aglomerasi di Provinsi Banten yang melibatkan pemerintah provinsi serta Kementerian Lingkungan Hidup.

Namun, terdapat opsi lain yang memungkinkan Tangsel mengelola sampah secara mandiri, sesuai arahan dari Kementerian Koordinator. Keputusan teknis terkait skema tersebut masih menunggu penetapan lebih lanjut.

“Keputusan teknisnya nanti akan ditentukan. Kita juga dimungkinkan untuk berdiri sendiri,” ungkapnya.

Pemkot Tangsel juga berencana mengajukan permohonan minat untuk proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL), dengan catatan seluruh persyaratan telah terpenuhi.

Tangsel diproyeksikan masuk dalam tahap kedua, baik dalam skema aglomerasi maupun mandiri. Namun, kepastian waktu pelaksanaan masih menunggu perkembangan lebih lanjut.

“Untuk waktunya belum bisa dipastikan, tapi mudah-mudahan semester pertama tahun ini proses lelang sudah berjalan,” jelas Benyamin.

Terkait kerja sama pengelolaan sampah sebelumnya, ia memastikan kontrak lama telah diakhiri sesuai ketentuan yang berlaku sebagai bagian dari pemenuhan persyaratan regulasi.

“Kontrak sebelumnya sudah tidak berlaku lagi,” pungkasnya. (Idris Ibrahim/Red)

LAINNYA