Tanggul Jebol di Mustika Tigaraksa, Bupati Tangerang Turun Tangan Lakukan Penanganan Cepat

waktu baca 2 minutes
Jumat, 5 Des 2025 15:07 0 Nazwa

TANGERANG | TD – Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, meninjau langsung kerusakan tanggul atau turap yang jebol di Perumahan Mustika Tigaraksa, Kecamatan Tigaraksa, pada Jumat (5/12/25).

Dalam kunjungan tersebut, Bupati turut didampingi Kabid Sumber Daya Air (SDA) Dinas Bina Marga dan SDA Kabupaten Tangerang, jajaran Muspika Tigaraksa, termasuk Camat, Kapolsek, Koramil, serta para ketua RW di wilayah setempat.

Maesyal Rasyid menjelaskan bahwa jebolnya tanggul dipicu oleh tingginya intensitas hujan disertai angin kencang pada hari sebelumnya, ditambah kondisi tanggul yang sudah berusia lebih dari dua dekade.

“Alhamdulillah hari ini saya bersama Dinas Bina Marga SDA, Muspika, Pak Camat, Pak Kapolsek, Koramil, dan para RW meninjau langsung kondisi tanggul yang roboh dan menjadi pembatas antara jalan dan sungai di Perumahan Mustika Tigaraksa. Hujan deras dengan angin kencang kemarin membuat tanggul ini ambruk,” ujar Bupati.

Ia menyampaikan bahwa penanganan darurat segera dilakukan untuk mencegah banjir yang lebih luas, terutama pada puncak musim hujan.

“Hari ini kita fokus mengangkat puing-puingnya. Nantinya akan dipasang bronjong sebagai tanggul sementara agar air sungai tidak meluap. Karena saat ini intensitas hujan tinggi, kita harus bergerak cepat. Jika hujan deras, permukaan air bisa naik signifikan. Selanjutnya akan kita evaluasi kembali langkah permanen yang diperlukan,” tambahnya.

Bupati juga kembali mengajak masyarakat menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan, terutama di musim penghujan.

“Saya mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan, terutama saluran air yang bisa dirawat secara mandiri. Mohon jangan membuang sampah ke sungai. Buanglah pada tempatnya. Setiap persoalan yang muncul akan segera kami tangani,” tegasnya.

Sementara itu, Kabid SDA Dinas Bina Marga dan SDA Kabupaten Tangerang, Rijal, menyampaikan bahwa pihaknya sudah mulai membersihkan puing-puing tanggul yang ambruk sepanjang kurang lebih 20 meter.

“Bidang SDA akan mengangkat seluruh material robohan. Setelah bersih, kami memasang bronjong sebagai penahan sementara untuk mencegah luapan air sungai. Jika tidak terjadi hujan lebat, air mungkin aman, namun curah hujan tinggi berpotensi meningkatkan debit air bila tidak segera ditangani,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa pembangunan tanggul permanen telah masuk dalam rencana anggaran tahun 2026. Selain itu, pengecekan juga dilakukan terhadap struktur tanggul lain di sekitar lokasi.

“Tanggul permanen sepanjang kurang lebih 20 meter akan dibangun pada anggaran 2026. Namun kami juga memeriksa bagian lain di sekitar lokasi. Jika ada struktur lain yang perlu diperbaiki, akan kami tindak lanjuti di luar area 20 meter tersebut. Tanggul ini sendiri sudah berusia sekitar 20 tahun sehingga kondisinya memang menurun,” terangnya. (*)

LAINNYA