TANGERANG | TD – Sinar Mas Land menegaskan komitmennya dalam mendukung penguatan ekosistem ekonomi nasional dengan menjadi tuan rumah rangkaian kegiatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di BSD City melalui Seminar Nasional bertema “Menakar Daya Ungkit KEK ETKI Banten sebagai Kutub Pertumbuhan Ekonomi Baru”, Sabtu, 7 Februari 2026. Kegiatan ini menegaskan posisi KEK ETKI Banten sebagai kawasan strategis yang diproyeksikan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di tingkat nasional.
Seminar yang digagas Pemerintah Provinsi Banten bekerja sama dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, insan pers, dan pelaku industri dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Kegiatan dibuka oleh Gubernur Banten Andra Soni dan menghadirkan sejumlah narasumber, antara lain Sekretaris Jenderal Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus Edwin Manansang, Kepala Badan Kebijakan Pembangunan Kementerian Kesehatan Asnawi Abdullah, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Banten Iwan Hermawan, serta Kepala BUPP KEK ETKI Banten Lindawaty Chandra. Hadir pula Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid, Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie, Wakil Wali Kota Tangerang Maryono Hasan, serta Kepala Bidang Fasilitas Kepabeanan dan Cukai Banten Broto.
Dalam sambutannya, Andra Soni menyampaikan bahwa KEK ETKI Banten merupakan Kawasan Ekonomi Khusus pertama di Indonesia yang secara khusus mengintegrasikan sektor pendidikan, teknologi, dan kesehatan dalam satu kawasan terpadu di BSD City, Kabupaten Tangerang.
Menurutnya, kawasan tersebut memiliki potensi besar menjadi pusat inovasi, pengembangan ekonomi digital, teknologi terapan, pendidikan internasional, layanan kesehatan modern, serta industri kreatif, sekaligus pengungkit utama pertumbuhan ekonomi regional dan nasional. Pemerintah Provinsi Banten berharap forum ini menghasilkan berbagai masukan dari para pemangku kepentingan terkait pengembangan KEK ETKI Banten sebagai proyek strategis nasional.
Sementara itu, Sekjen Dewan Nasional KEK Edwin Manansang menegaskan bahwa momentum HPN menjadi ruang strategis untuk memperkuat peran pers dalam mengawal transformasi ekonomi nasional. KEK ETKI Banten dirancang sebagai lokomotif pertumbuhan baru melalui hilirisasi, penguatan sumber daya manusia unggul, serta integrasi ke rantai pasok global pada sektor edukasi, teknologi, kesehatan, dan industri kreatif.
Hingga awal 2026, perkembangan KEK ETKI Banten menunjukkan progres positif dengan realisasi investasi mencapai sekitar Rp1,19 triliun dan penyerapan tenaga kerja awal sebanyak 836 orang. Dalam jangka panjang, kawasan ini ditargetkan mampu menarik investasi hingga Rp18,8 triliun. Dukungan regulasi, infrastruktur, serta insentif yang kompetitif diharapkan mampu mempercepat penciptaan lapangan kerja dan transformasi ekonomi menuju Indonesia Emas 2045.
Kepala BUPP KEK ETKI Banten Lindawaty Chandra menambahkan bahwa momentum HPN juga menjadi refleksi penting untuk mendorong transparansi informasi dan literasi publik terkait pembangunan kawasan. KEK ETKI Banten menawarkan berbagai insentif fiskal seperti tax holiday, tax allowance, pembebasan PPN, bea masuk, dan cukai, serta insentif nonfiskal berupa perizinan yang lebih sederhana, kemudahan imigrasi, dan kelancaran arus barang maupun tenaga kerja.
KEK ETKI Banten atau D-HUB Special Economic Zone merupakan kawasan seluas 59,68 hektare di BSD City yang difokuskan pada sektor edukasi, teknologi, kesehatan, dan industri kreatif. Kawasan ini dikembangkan sebagai ekosistem terintegrasi di mana institusi pendidikan internasional dan akademi nasional menjadi pemasok talenta, sementara sektor digital, kesehatan, dan industri kreatif menjadi sumber penciptaan lapangan kerja baru.
Berlokasi di jantung BSD City, kawasan ini terhubung dengan berbagai pusat komersial seperti The Breeze, AEON Mall BSD City, QBig, ICE BSD, BSD CBD, dan Green Office Park. KEK ETKI Banten juga didukung keberadaan institusi pendidikan internasional seperti Monash University, BINUS University, Universitas Prasetiya Mulya, IPEKA BSD, Jakarta Nanyang School, dan Sinarmas World Academy, serta fasilitas kesehatan modern seperti Eka Hospital BSD.
Dari sisi konektivitas, kawasan tersebut terintegrasi dengan jaringan tol utama, termasuk Tol Serpong–Balaraja, Tol Jakarta–Serpong yang terhubung dengan JORR 1, JORR 2, Tol Jakarta–Cikampek, dan Tol Jagorawi. Mobilitas kawasan juga didukung transportasi publik seperti BSD Link, feeder bus BSD City, serta KRL Commuter Line melalui Stasiun Cisauk dan Stasiun Jatake. Ke depan, konektivitas kawasan akan semakin diperkuat melalui rencana pengembangan jalur MRT Lebak Bulus–Serpong. (*)