KESEHATAN | TD – ‘Jam koma’ adalah istilah yang sedang populer di kalangan anak muda terutama Generasi Z, di mana seseorang merasa sangat lelah sehingga mengalami kondisi tidur yang sangat singkat dan nyenyak, seolah-olah sedang mengalami keadaan ‘koma’ secara sementara.
Istilah ini mungkin terdengar asing dan tidak lazim, tapi fenomena ‘jam koma’ sebenarnya merupakan respons tubuh terhadap rasa lelah yang ekstrem. Kondisi ini biasanya terjadi setelah seseorang mengalami hari-hari yang penuh tekanan dengan aktivitas fisik dan mental yang cukup intens.
Generasi muda, khususnya Gen Z, kerap menghadapi berbagai tekanan, mulai dari tekanan akademis hingga tuntutan sosial, yang berkontribusi terhadap masalah tidur. Akibatnya, tubuh mereka tiba-tiba memaksa untuk istirahat sejenak dan dengan cara yang mendalam. Tujuannya tentu agar tubuh segera pulih dari rasa lelah yang terus-menerus dan siap untuk melanjutkan aktivitas yang tertunda.
Selain memahami bagaiman terjadinya ‘jam koma’, generasi Z tentu perlu mengetahui cara mengatasinya agar tidak mengganggu rutinitas bekerja maupun pembelajaran yang sedang ditempuh. Di bawah ini, penulis menyusun beberapa cara yang dapat membantu mengatasi terjadinya jam koma.
Gen Z sering kali merasa lelah karena padatnya tugas, aktivitas sosial, dan juga tuntutan pekerjaan maupun kampus tempatnya menimba ilmu. Siasat yang perlu dilakukan adalah menetapkan prioritas kegiatan serta tidak menjalankan aktivitas secara berlebihan. Selain itu, mengambil waktu untuk istirahat yang cukup pun penting demi kesehatan jangka panjang.
Usahakan tidur dan bangun pada waktu yang sama setiap hari, bahkan ketika di akhir pekan.
Pola tidur yang teratur membantu tubuh menyelaraskan diri dengan ritme tubuh atau sirkadian. Keteraturan ini akan membuat tubuh lebih siap pada jam-jam yang dibutuhkan, misalnya tidak mudah lelah pada siang hari saat bekerja.
Kafein, misalnya dalam teh dan kopi, seringkali memang manjur untuk membantu tetap terjaga di malam yang sibuk. Namun, rasa lelah yang alami timbul dalam tubuh pun akan terakumulasi dan mengakibatkan ketidakseimbangan metabolisme.
Sebaiknya, gunakan waktu di malam hari untuk beristirahat tidur secara teratur. Selain itu, mengonsumsi makanan sehat penuh nutrisi seperti buah-buahan, sayuran, dan protein akan menjaga tubuh agar tetap berenergi sepanjang hari.
Cahaya biru yang dipancarkan oleh layar perangkat elektronik dapat mengganggu produksi melatonin, yang berperan penting dalam mengatur tidur. Sebaiknya, hentikan penggunaan perangkat elektronik setidaknya satu jam sebelum tidur.
Mengatasi fenomena ‘jam koma’ melalui langkah-langkah di atas diharapkan dapat membantu generasi muda, khususnya Gen Z, menjaga kebiasaan tidur yang lebih sehat dan menghindari kelelahan jangka panjang.
Tidur yang cukup dan berkualitas tidak hanya memulihkan energi, tetapi juga meningkatkan produktivitas dan kesehatan mental secara keseluruhan. Ingat, istirahat yang cukup adalah kunci untuk melewati hari-hari sulit dengan lebih baik. (Nazwa/Pat)