JAKARTA | TD — Elektabilitas Partai Amanat Nasional (PAN) tetap kokoh berada diurutan enam besar partai politik (parpol) peserta Pemilu 2024 berdasarkan hasil survei lembaga Indonesia Political Opinion (IPO) terbaru.
Berdasarkan hasil survei IPO periode 1-7 Agustus 2024, partai yang dinakhodai Ketua Umum Zulkifli Hasan (Zulhas) tersebut meraih poin 6,1 persen, dan berada diurutan keenam. Sementara pada urutan pertama hingga kelima yaitu PDI Perjuangan 22,5 persen, Gerindra 15,3 persen, Partai Kebangkitan Bangsa 9,2 persen, Partai Golkar 9,0 persen, dan Partai Demokrat 6,4 persen.
Jika dibandingkan dengan hasil survei IPO periode 10-17 November 2023, terjadi tren penurunan elektabilitas parpol pada enam besar. Hasil survei sebelumnya elektabilitas PDI Perjuangan 23,8 persen, Gerindra 16,5 persen, Partai Kebangkitan Bangsa 9,4 persen, Partai Golkar 9,2 persen, Partai NasDem
7,9 persen, PAN 6,4 persen.
Direktur Eksekutif IPO Dedi Kurnia Syah mengatakan, dalam skala enam besar, elektabilitas PAN yang cenderung konsisten. Menurutnya, hasil itu tak terlepas dari sosok Zulhas yang mampu menakhodai partai berlambang matahari putih bersinar cerah tersebut.
“Keberhasilan PAN juga karena unggul dari segmen sosialisasi, saat responden diajukan pertanyaan apakah Bapak/Ibu pernah mendengar/melihat gambar partai di televisi, PAN berada diurutan kedua dengan poin 43,1 persen, membayang-bayangi PDI Perjuangan dengan 51,1 persen, sementara Gerindra hanya diurutan ketiga dengan poin 36,6 persen,” terangnya dalam keterangan tertulis, Rabu, 10 Januari 2024.
Dedi juga menilai, aspek lain yang turut membuat elektabilitas PAN kokoh karena kedekatan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan dengan Presiden Joko Widodo.
“Dari hasil survei kami, popularitas Jokowi masih tertinggi dari sisi pengaruh politik sebesar 98,5 persen. Kedekatan Zulhas dengan Jokowi tentu sangat menguntungkan PAN, sehingga turut berpengaruh pada kokohnya elektabilitas PAN,” pungkasnya.
Untuk diketahui, survei skala nasional tersebut berlangsung pada 1-7 Januari 2024 dengan jumlah responden 1.200 orang. Metode yang digunakan wawancara tatap muka dengan tingkat kesalahan (margin of error/MoE) 2,5 persen, tingkat akurasi data 95 persen. Setting pengambilan sample menggunakan teknik multistage random sampling (MRS), atau pengambilan sampel bertingkat. (Rls)