Saut Situmorang, Penyair Plus Kritikus Nyentrik Lulusan New Zealand

waktu baca 3 minutes
Rabu, 17 Mei 2023 23:19 0 Patricia Pawestri

YOGYAKARTA | TD – Dalam dunia sastra Indonesia, banyak orang pasti telah mengetahui sosok penyair sekaligus kritikus nyentrik satu ini.

Saut Situmorang terkenal sangat lantang dalam menyuarakan isi pikirannya. Saut Situmorang juga mempunyai sikap yang tegas bila berhadapan dengan hal yang dirasakannya tak benar. Salah satu contohnya adalah kasus penerbitan buku “33 Sastrawan Paling Berpengaruh di Indonesia” yang memasukkan Denny JA ke dalamnya.

Denny JA, yang sebelumnya hanya dikenal sebagai konsultan politik, tiba-tiba muncul dengan mengusung genre puisi esai yang diakunya sebagai genre baru buatannya. Ia diduga kuat menggunakan uang sebagai alat untuk masuk ke dalam ranah sastra Indonesia.

Lebih jauh, berikut ini adalah riwayat Saut Situmorang secara singkat.

Saut Situmorang lahir di Sumatera Utara, tepatnya di Tebing Tinggi, pada 26 Juni 1966. Saut menghabiskan masa kecilnya di Medan hingga usia 13 tahun. Selanjutnya, ia tinggal di New Zealand selama 11 tahun, dan menyelesaikan bachelor’s degree dalam Sastra Inggris serta master of arts dalam Sastra Indonesia di negeri tersebut.

Saat di New Zealand, Saut Situmorang aktif dalam pembacaan puisi bawah tanah. Ia bahkan mendapatkan beberapa penghargaan untuk puisi-puisinya yang ditulis dalam bahasa Inggris. Penghargaan yang diraihnya, antara lain, Original Composition Prize dari Victoria University of Wellington, dan Blues Award dari University of Auckland.

Pada tahun 2000, Saut Situmorang memutuskan kembali ke Tanah Air. Ia kini tinggal di Yogyakarta dan menjadi penulis penuh waktu.

Karya-karya Saut Situmorang tersebar di berbagai media di seluruh Indonesia. Ia juga telah menerbitkan 5 buku puisi, sebuah buku esai, dan sebuah kumpulan cerpen.

Puisi-puisi dan cerpen Saut Situmorang banyak diterjemahkan ke bahasa lain, misalnya bahasa Inggris, Ceko, Jerman, dan Prancis.

Semangat Saut akan kritik membuatnya mendirikan boemipoetra, yang disebut sebagai jurnal sastra bawah tanah Indonesia. Ia sempat menjadi kurator sastra untuk Festival Kesenian Yogyakarta (FKY) tahun 2005 hingga 2007.

Dunia sastra Prancis menghormati Saut dengan mengundangnya ke acara peluncuran buku-buku puisi yang ia pilihkan untuk diterjemahkan dalam bahasa Prancis.

Selain Prancis, Saut Situmorang juga seringkali mendapat undangan sastra dari negara-negara lainnya, seperti Jerman dan Afrika Selatan.

Untuk memahami pribadi dan kemampuan Saut Situmorang lebih dalam, satu dari karya Saut Situmorang, The Love Song of Saut Speedy Gonzales dapat disimak berikut ini.

The Love Song of Saut Speedy Gonzales
By Saut Situmorang

love is a Burmese cat running across the road & was shot at
by APEC leaders’ security members

love is the tampon that you mistook for a Chinese herbal tea-bag

love is red & fiery like a member of a Communist party

love is never boring except in a Hollywood movie

love is in the air & like a fart it is always interesting & smelly

love is a full course of Jacques Derrida, Michel Foucault with
a sprinkle of Alfred Hitchcock

love used to be blind & childish & very Greek

love is now multicultural & global with English as its medium
of expression

love is real like a cruise missile launched from an American
USS-Imperialism

love is sexy & lovely like a multicoloured used condom recycled
to the Third World countries

love is an Indonesian clove cigarette you smoke during a Mozart concert

love is high culture like a backpacker running out of toilet paper
in the jungle of Indonesia

love is never vegetarian & not going to be one either

love is alcoholic & full of nicotine

love is poisonous & very very addictive

are you ready for love?

 

(Dari berbagai sumber.)

(*)

LAINNYA