TANGERANG | TD – Dalam rangka menyambut arus mudik Lebaran Idul Fitri 1446H/2025, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Tangerang telah menyiapkan 208 personel. Persiapan ini merupakan bagian dari operasi yang bersandi Ketupat Maung 2025.
Kepala Satlantas Polresta Tangerang, AKP Riska Tri Arditia, memperkirakan bahwa puncak arus mudik akan terjadi pada tanggal 26 hingga 27 Maret 2025.
“Kami telah menyiapkan 208 personel dari Satlantas Polresta Tangerang untuk menghadapi arus mudik. Diperkirakan puncak arus mudik akan berlangsung pada tanggal 26-27 Maret,” jelas Riska dilansir Selasa, 25 Maret 2025.
Riska menambahkan bahwa untuk mengantisipasi kemacetan, pihaknya akan fokus pada beberapa titik yang rawan macet. Beberapa lokasi yang telah diidentifikasi sebagai area kritis di wilayah hukum Polresta Tangerang antara lain kawasan Citra Raya, Pasar Cikupa, dan Pasar Gembong Balaraja.
“Kawasan Citra Raya, yang merupakan pusat keramaian dan perbelanjaan, berpotensi mengalami kemacetan. Begitu juga dengan Pasar Cikupa dan Pasar Gembong yang merupakan pusat perbelanjaan yang sering macet. Ini akan menjadi fokus perhatian kami,” ungkap Riska.
Riska juga mengimbau masyarakat, khususnya para pemudik, untuk mematuhi aturan keselamatan berkendara demi kelancaran dan keamanan perjalanan.
Beberapa hal penting yang perlu diperhatikan, menurut Riska, antara lain adalah penggunaan sabuk pengaman, tidak membawa muatan atau penumpang yang berlebihan, cukup beristirahat, serta melengkapi dokumen berkendara seperti SIM dan STNK.
Ia juga menyarankan agar pemudik selalu memeriksa informasi dan kondisi cuaca sebelum berangkat, serta tidak memaksakan diri untuk bepergian saat cuaca buruk. Jika cuaca tidak mendukung, sebaiknya tunda perjalanan.
“Harap berhati-hati saat berkendara di kondisi hujan karena jalanan bisa licin, dan selalu pantau peringatan dini terkait bencana akibat cuaca,” tambahnya.
“Dengan langkah-langkah ini, kami berharap arus mudik Lebaran 2025 dapat berjalan lancar, aman, dan nyaman, sehingga para pemudik dapat kembali ke kampung halaman dengan selamat,” tutup Riska. (*)