Resmi! ASN Tangsel Kerja dari Rumah Setiap Jumat Mulai April 2026

waktu baca 2 menit
Selasa, 7 Apr 2026 17:02 35 Nazwa

KOTA TANGSEL |  TD – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) resmi menerapkan kebijakan Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) setiap hari Jumat, mulai berlaku sejak 1 April 2026.

Langkah ini diambil sebagai tindak lanjut dari arahan Presiden Republik Indonesia, yang mendorong efisiensi penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di tengah situasi global yang masih bergejolak.

Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan, menyampaikan bahwa pemerintah daerah akan menjalankan kebijakan tersebut tanpa mengabaikan kualitas layanan kepada masyarakat.

Ia menegaskan bahwa meskipun ASN bekerja dari rumah pada hari tertentu, pelayanan publik yang bersifat penting harus tetap berjalan sebagaimana mestinya.

Menurut Pilar, penerapan WFH diharapkan mampu mengurangi konsumsi BBM, terutama dari aktivitas perjalanan harian pegawai ke kantor. Dengan berkurangnya mobilitas, penggunaan bahan bakar dinilai bisa ditekan, meskipun perhitungannya belum dilakukan secara rinci.

Ia menambahkan, penghematan tersebut menjadi bagian dari kontribusi daerah dalam menghadapi tantangan energi secara nasional.

Meski demikian, tidak semua jenis layanan dapat dialihkan ke sistem kerja jarak jauh. Layanan yang membutuhkan kehadiran langsung, seperti administrasi kependudukan dan pelayanan kesehatan, tetap dilakukan secara normal di kantor.

Sementara itu, pekerjaan yang bersifat administratif atau back office dapat dikerjakan dari rumah.

Pilar juga mengingatkan bahwa ASN yang menjalani WFH tetap berkewajiban menjalankan tugasnya secara profesional dari rumah dan tidak diperbolehkan bepergian ke luar kota. Pengawasan terhadap pelaksanaan aturan ini akan dilakukan oleh masing-masing instansi terkait.

Ia menegaskan bahwa pelanggaran terhadap ketentuan tersebut akan dikenakan sanksi administratif.

Kebijakan WFH ini akan diberlakukan hingga waktu yang belum ditentukan, sambil terus dipantau dan dievaluasi oleh pemerintah daerah.

Selain itu, Pemkot Tangsel juga terus mengupayakan peningkatan penggunaan transportasi publik sebagai solusi jangka panjang untuk menekan ketergantungan pada kendaraan pribadi serta konsumsi BBM.

Pilar menyebutkan bahwa pengembangan layanan transportasi publik, seperti bus sekolah, telah memberikan dampak positif dalam mengurangi kepadatan kendaraan di jalan sekaligus menjadi langkah strategis dalam efisiensi energi dan mobilitas perkotaan. (*)

LAINNYA