PWI Bekali Peserta Raimuna Ranting Cisoka Pengetahuan Jurnalistik

waktu baca 2 minutes
Jumat, 15 Des 2023 22:39 0 Redaksi TD

KABUPATEN TANGERANG | TD — Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Tangerang membekali peserta pertemuan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega (Raimuna) Ranting Kecamatan Cisoka pengaturan jurnalistik, Jumat malam, 15 Desember 2023.

Dalam kegiatan yang berlangsung di aula Kecamatan Cisoka tersebut, Sekretaris PWI Kabupaten Tangerang Mohamad Romli menyampaikan materi dasar-dasar jurnalistik.

“Pengetahuan dan keterampilan jurnalistik di era digital ini bukan hanya harus dikuasai oleh wartawan, melainkan juga oleh masyarakat umum, terlebih anggota Pramuka,” ungkap Romli.

Pria yang juga pernah aktif sebagai anggota Pramuka hingga tingkat Penegak tersebut bercerita, dirinya pertama kali mengikuti lomba jurnalistik juga pada momen Raimuna di Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat pada medio 1997. Sejak saat itu, kata dia, ada kesan membekas yang memotivasi dirinya untuk terus belajar menulis.

“Modal dasar untuk bisa menulis adalah dengan banyak membaca, karena akan menambah perbendaharaan kosakata kita. Menulis tanpa membaca akan membuat kita tidak memiliki kekayaan ide dan gagasan,” terangnya.

Mempelajari ilmu jurnalistik, lanjutnya, bukan hanya melatih keterampilan menulis, tetapi juga mengasah intelektual. “Sebab wartawan itu pada hakekatnya profesi intelektual, karena membutuhkan proses berfikir kreatif, maka seorang wartawan harus banyak membaca dan terus belajar,” katanya.

Kemudian, lanjutnya, melalui ilmu jurnalistik, seseorang membentuk diri untuk terus meningkatkan kompetensi, sebab seorang wartawan dituntut tiga hal, yakni terus meningkatkan pengetahuan, keterampilan, bersikap teguh pada nilai-nilai jurnalisme yang menjadi sikap dan cara pandang.

“Ketiga hal tersebut menjadi tuntutan kompetensi seorang wartawan, memilki pengetahuan dan keterampilan sesuai profesi yang terus di-upgrade, serta tunduk dan patuh pada nilai-nilai jurnalisme seperti berpihak pada kebenaran, melayani kepentingan publik, dan independen,” terangnya.

Di akhir sesi, Romli memotivasi peserta untuk menjaga tradisi membaca agar semakin luas pengetahuan, karena kata dia, tingkat literasi seseorang sangat erat kaitannya dengan kemampuan intelektualitas.

“Prinsip saya, membaca memang tidak mengenyangkan perut kita yang lapar, tapi hasil membaca mungkin bisa membuat kita terhindar dari kelaparan di masa yang akan datang. Raih masa depan yang cerah dengan terus tekun belajar,” pungkasnya. (Red)

LAINNYA