Protes Bau dan Bising, Warga Cengkok Balaraja Kembali Geruduk PT SLI

waktu baca 3 minutes
Minggu, 27 Okt 2024 13:19 0 Redaksi

TANGERANG | TD — Sekitar 100 warga Kampung Cengkok, RT 003/002, Desa Sentul, Kecamatan Balaraja memprotes bau tak sedap dan kebisingan yang bersumber dari aktivitas produksi PT Sukses Logam Indonesia (SLI) yang berdiri di sekitar pemukiman warga setempat, Minggu, 27 Oktober 2024.

Sejak pukul 08.00 WIB, warga yang terdampak tersebut berkumpul di lapangan RT 003, kemudian berjalan kaki ke lokasi depan pabrik. Berbekal berbagai atribut aksi, warga meneriakkan protes atas bau tak sedap dan suara bising  dari pabrik tersebut yang telah mengganggu ketentraman hidup mereka.

Irwan Nu’man, juru bicara warga kepada TangerangDaily mengatakan, sejak awal warga menolak kehadiran PT SLI di sekitar pemukiman mereka, meskipun ada di zona kawasan industri. Penolakan itu dilakukan sejak tahun 2022. “Alasan kami menolak karena PT SLI perusahan yang melakukan pengolahan limbah B3 (Bahan Beracun dan Berbahaya), sehingga kami menduga akan terdampak langsung, dan nyatanya hal itu kemudian terjadi,” ujarnya.

Sekitar 100 warga Kampung Cengkok, Balaraja, menggelar protes terhadap PT Sukses Logam Indonesia (SLI) pada Minggu, 27 Oktober 2024, akibat bau tak sedap dan kebisingan dari aktivitas pabrik. (Foto: Ist)

Maka, lanjut dia, pada tahun 2022, warga melakukan protes sehingga rencana produksi perusahaan tersebut sempat ditunda.

“Kemudian awal Januari kami melakukan aksi kembali, karena pabrik mulai beroperasi dengan beberapa tuntutan agar mereka memperbaiki fasilitas produksi, seperti memindahkan gudang ke lokasi yang tidak berdekatan dengan pemukiman warga RT 003. Permintaan kami tersebut dipenuhi, tapi nyatanya masih ada dampak ke warga,” terangnya.

Dampak tersebut, lanjutnya, yaitu suara bising dari mesin pabrik yang beroperasi selama 24 jam, juga bau tak sedap yang kerap dihirup warga. “Akibat kebisingan itu, warga kami terganggu waktu istirahatnya, juga ditambah bau tidak sedap yang menyengat pada saat angin berhembus ke arah pemukiman warga RT 003,” katanya.

Setelah beberapa bulan terganggu, warga pun akhirnya mengorganisir diri untuk melakukan protes kepada pemerintah Kabupaten Tangerang agar PT SLI ditutup dan direlokasi ke lokasi lain.

Warga membentangkan poster agar PT Sukses Logam Indonesia (PT SLI) ditutup (Foto: Ist)

“Tuntutan utama kami pabrik ditutup dan tidak berproduksi lagi. Tapi sampai saat ini, tidak ada ketegasan dari Pemkab Tangerang, dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan. Mereka semestinya melakukan kajian serius atas dampak yang ditimbulkan, karena kami tidak mungkin melakukan protes, jika aktivitas PT SLI tidak menimbulkan dampak buruk bagi lingkungan,” tegasnya.

Irwan juga mengatakan, saat aksi tersebut mereka sempat ditemui oleh perwakilan PT SLI. Warga mendesak agar perusahaan yang peresmian aktivitas produksinya pada 20 September 2024 dihadiri Yusril Ihza Mahendra, yang saat ini menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Indonesia dihentikan sementara sampai ada kesepakatan dari hasil mediasi yang akan dilakukan pekan depan di kantor Kecamatan Balaraja, namun pihak perusahaan menolak.

“Pekan depan kami akan melakukan mediasi di kantor kecamatan, agar segera ada hasil, sehingga warga tidak terganggu lagi dengan kehadiran PT SLI,” pungkasnya. (Red)

LAINNYA