Petugas pun diterjunkan ke lapangan untuk memastikan kondisi rumah warga sesuai dengan standar program tersebut.
Melalui program yang sudah berjalan sejak tahun 2022 itu, setiap rumah warga didata oleh kader ceria atau petugas Kesehatan lingkungan di 104 kelurahan di Kota Tangerang, lewat aplikasi https://keslingceria.tangerangkota.go.id/.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang dr Dini Anggraeni mengungkapkan, dalam pelaksanaannya, kader yang melakukan kunjungan kesehatan secara door to door ini melakukan edukasi kesehatan lingkungan rumah tangga, mendata rumah sehat, mendata kepemilikan jamban, mendata kepemilikan tempat cuci tangan, mendata rumah tangga dengan pemakaian air dalam memasak, kepemilikan tempat sampah, mengetahui sistem pembuangan air limbah rumah tangga, serta menghitung angka bebas jentik rumah.
“Kegitan dilakukan oleh kader dengan target 40 rumah di cek kesehatan lingkungan dan STBM nya per bulan per kelurahan. Sehingga untuk 104 kelurahan nantinya akan di cek dari rumah ke rumah sebanyak 49.920 rumah per tahun. Tercatat, hingga Mei 2023 program ini sudah menjangkau 263.307 jiwa dalam 73.153 rumah yang tercatat menjadi rumah sehat,” papar dr Dini, Jumat, 23 Juni 2023.
Ia menjelaskan, lewat SiCeria jika ditemukan kondisi lingkungan yang buruk, maka puskesmas dapat melakukan pendampingan untuk dilakukan perbaikan lingkungan yang lebih sehat. Sehingga dapat menurunkan angka kesakitan dan menekan lonjakan kasus penyakit akibat sanitasi lingkungan yang buruk.
“Kegiatan pendataan ini memang dilakukan dengan kunjungan ke rumah-rumah masyarakat Kota Tangerang, dan hingga saat ini secara berkala kegiatan ini masih aktif berlangsung, menjaring rumah yang lebih banyak lagi. Sehingga membutuhkan kesabaran dan tekad kuat dari petugas. Pasalnya, tidak semua masyarakat yang dikunjungi mau menerima dengan baik,” tutur dr Dini.
Sebagai informasi, Puskesmas membuka permohonan secara mandiri dari warga untuk dilakukan pengecekan kelayakan rumah sehat, pada rumahnya masing-masing. Dalam hal ini, petugas SiCeria akan otomatis melakukan kunjungan ke rumah. Dengan begitu, kesadaran dan kepedulian hidup sehat secara tepat dan benar datang dari diri sendiri, tak melulu dorongan dari petugas kesehatan atau pun kader. (Ril)