Grafik harga Bitcoin di layar komputer menggambarkan peningkatan arus dana institusional yang mendorong pasar kripto jelang akhir 2025. (Foto: Freepik)KRIPTO | TD – Memprediksi arah harga Bitcoin bukanlah tugas yang sederhana karena diiperlukan kemampuan untuk memadukan tiga pendekatan utama secara bersamaan, yaitu: analisis teknikal untuk membaca struktur tren dan momentum pasar, analisis fundamental makroekonomi untuk memahami arah arus modal global, serta analisis on-chain untuk menilai seberapa kuat aktivitas jaringan dan partisipasi investor di balik pergerakan harga.
Ketiga dimensi ini saling melengkapi: data teknikal mengungkapkan posisi siklus harga, data makro menjelaskan kekuatan institusional yang menggerakkan pasar, sementara data on-chain menunjukkan denyut aktivitas nyata di jaringan Bitcoin itu sendiri. Melalui perpaduan ketiganya maka tulisan ini mencoba memberikan gambaran yang lebih utuh tentang bagaimana Bitcoin kemungkinan besar akan bergerak naik menjelang akhir tahun 2025 di tengah arus dana besar dari ETF, peningkatan aktivitas jaringan dan ekspektasi investor terhadap babak baru dalam siklus bullrun pasar kripto.
Memasuki kuartal terakhir tahun 2025, pasar kripto global kembali memanas. Gelombang besar dana institusional yang mengalir melalui produk Exchange Traded Fund (ETF) mendorong kenaikan signifikan di aset digital utama, terutama Bitcoin. Sepanjang awal Oktober, total arus masuk ETF kripto mencapai 4,5 miliar dolar AS, menjadi rekor tertinggi dalam sejarah investasi aset digital.
Dari jumlah itu, produk iShares Bitcoin Trust (IBIT) milik BlackRock mendominasi dengan dana masuk 1,82 miliar dolar dalam sepekan, termasuk hampir 970 juta dolar hanya dalam satu hari perdagangan. Produk lain seperti Fidelity (FBTC), ARK 21Shares (ARKB), Bitwise (BITB), dan VanEck (HODL) turut berkontribusi ratusan juta dolar. Secara total, nilai transaksi ETF Bitcoin telah menembus 26 miliar dolar per minggu, menandakan bahwa kenaikan kali ini didorong oleh arus modal institusi, bukan spekulasi leverage jangka pendek.
Sementara itu, ETF Ethereum juga mengalami lonjakan permintaan dengan tambahan 1,3 miliar dolar AS selama lima hari berturut-turut. Produk milik BlackRock (ETHA) dan Fidelity (FETH) menjadi penyumbang terbesar. Fenomena ini menunjukkan bahwa pelaku institusi kini mulai memperlakukan Bitcoin sebagai aset nilai utama, sedangkan Ethereum sebagai aset pertumbuhan, terutama terkait pengembangan Layer-2 dan ekosistem smart contract.
Berdasarkan data CoinMarketCap, nilai kapitalisasi seluruh pasar kripto global kini mencapai 4,22 triliun dolar AS, naik hampir 1 persen dibanding minggu sebelumnya. Dominasi Bitcoin juga meningkat ke level 58,2 persen, sedangkan Ethereum berada di sekitar 12,9 persen. Indeks Fear & Greed berada di angka 55, menandakan bahwa pasar bergerak dalam kondisi netral-optimistis, tidak euforia namun juga tidak takut berlebihan.
Total nilai kontrak berjangka (open interest) di bursa derivatif tercatat 1,09 triliun dolar untuk perpetual dan 3,5 miliar dolar untuk futures reguler, hal ini mencerminkan likuiditas yang sehat dan partisipasi pasar yang luas. Dengan dukungan aliran dana besar dari ETF, maka reli yang terjadi saat ini dinilai lebih stabil dan berkelanjutan dibandingkan periode-periode sebelumnya.
Dari sisi on-chain, aktivitas jaringan Bitcoin masih menunjukkan peningkatan. Jumlah alamat aktif harian berada di kisaran 720 ribu hingga 880 ribu, sementara jumlah alamat baru mencapai 350 ribu hingga 400 ribu per hari. Data ini memperlihatkan bahwa pengguna baru terus berdatangan dan adopsi jaringan tetap aktif meski harga sempat bergerak dalam pola konsolidasi.
Secara bulanan, total alamat aktif tetap stabil di antara 22–27 juta alamat dengan disertai volume transaksi yang bertahan di rentang 10–20 juta transaksi per bulan. Stabilitas data on-chain ini menjadi sinyal penting bahwa reli Bitcoin saat ini ditopang oleh aktivitas nyata dan bukan hanya pergerakan spekulatif semata.
Secara teknikal, pergerakan Bitcoin pada timeframe bulanan (1M) masih mempertahankan struktur bullish jangka panjang. Harga saat ini bergerak di sekitar 123.000 dolar, mendekati upper Bollinger Band di 129.700 dolar. Indikator MACD masih menunjukkan momentum positif, sementara RSI yang berada di angka 76 menandakan pasar memang jenuh beli namun belum ada tanda divergensi negatif yang kuat.
Selama harga tetap bertahan di atas support utama 107.500 dolar, arah jangka panjang diperkirakan masih mengarah ke atas. Dengan kondisi ini, target kenaikan berikutnya berada di kisaran 130.000 hingga 132.000 dolar, yang berpotensi tercapai pada November hingga Desember 2025 sebelum pasar memasuki fase distribusi awal tahun depan.
Selain faktor teknikal, katalis terbesar bagi pasar kripto saat ini berasal dari penguatan arus modal ETF institusional. Namun, seiring dengan semakin tingginya dominasi Bitcoin yang kini mencapai 59 persen, pasar mulai bersiap menghadapi potensi rotasi dana ke altcoin besar seperti Ethereum, Solana, dan XRP.
Jika dominasi Bitcoin menolak di area teknikal 60–61 persen, maka fase “altseason” berpotensi muncul pada awal 2026. Fenomena ini lazim terjadi ketika harga Bitcoin telah mencapai puncak siklusnya dan dana besar mulai mencari peluang baru di aset berkapitalisasi menengah.
Kombinasi antara arus dana institusi yang kuat, indikator teknikal yang masih konstruktif, serta fundamental jaringan yang stabil, mengarah pada kesimpulan bahwa Bitcoin masih berpotensi mencapai area 130.000 dolar AS sebelum akhir tahun 2025.
Meskipun demikian, investor disarankan tetap berhati-hati terhadap potensi koreksi alami pada kuartal pertama 2026. Analisis jangka panjang memperkirakan bahwa fase penurunan berikutnya kemungkinan terjadi antara Januari hingga Maret 2026, dengan titik terendah berada di kisaran 103.000–107.500 dolar.
Dengan dukungan aliran modal institusi dan meningkatnya kepercayaan pasar maka siklus kali ini diperkirakan bukan bear market klasik yang menghancurkan harga, melainkan fase redistribusi sehat sebelum tren naik berikutnya dimulai.
“Koreksi bukan akhir dari perjalanan melainkan bagian alami dari siklus kenaikan yang lebih besar.”
Penulis: Sugeng Prasetyo
Editor: Nazwa
Disclaimer: Aset kripto merupakan salah satu instrumen investasi yang memiliki tingkat risiko cukup tinggi. Informasi dalam artikel ini disediakan hanya untuk tujuan edukatif dan tidak dimaksudkan sebagai dasar utama dalam pengambilan keputusan keuangan. Penulis dan redaksi TangerangDaily.id tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian yang mungkin terjadi akibat keputusan investasi yang dibuat berdasarkan artikel ini. Sebelum berinvestasi, disarankan untuk melakukan riset mendalam dan berkonsultasi dengan penasihat keuangan berlisensi. (*)