Prasmul dan UGM Hadirkan Program International Joint Degree Industrial Informatics

waktu baca 3 menit
Selasa, 13 Okt 2026 13:11 257 Redaksi

KAMPUS | TD — Universitas Prasetiya Mulya dan Universitas Gadjah Mada (UGM) menghadirkan program International Joint Degree konsentrasi Industrial Informatics untuk jenjang sarjana. Program ini menggabungkan pembelajaran teknologi informasi, kecerdasan artifisial, dan bisnis melalui perkuliahan di kedua perguruan tinggi. Perkuliahan perdana dijadwalkan mulai pada Agustus 2027.

Program yang diselenggarakan School of STEM Universitas Prasetiya Mulya bersama Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UGM ini berlangsung selama empat tahun dengan total 144 satuan kredit semester (SKS). Dalam pelaksanaannya, mahasiswa mengikuti skema perkuliahan 1-2-1, yakni satu tahun pertama di Kampus Universitas Prasetiya Mulya di BSD City, dua tahun berikutnya di UGM, Yogyakarta, dan satu tahun terakhir kembali ke Universitas Prasetiya Mulya.

Pada tahun pertama, mahasiswa mempelajari dasar-dasar rekayasa perangkat lunak dan bisnis. Selanjutnya, selama dua tahun di UGM, mereka mendalami ilmu komputer, kecerdasan artifisial, dan sistem siber-fisik. Adapun pada tahun terakhir, mahasiswa mengikuti program Cooperative Education (Co-Op) di perusahaan mitra sekaligus menyelesaikan tugas akhir.

Melalui skema tersebut, mahasiswa memperoleh pengalaman akademik di dua perguruan tinggi sekaligus pengalaman kerja di perusahaan. Setelah menyelesaikan pendidikan, mereka mendapatkan dua ijazah dan dua transkrip akademik dari Universitas Prasetiya Mulya dan UGM, dengan gelar Sarjana Komputer (S.Kom.) atau Bachelor of Computer Science (B.C.S.).

Dekan Fakultas STEM Universitas Prasetiya Mulya, Permata Nur, Ph.D., mengatakan kolaborasi tersebut menggabungkan pendekatan bisnis dengan penguasaan keterampilan teknis yang relevan dengan kebutuhan industri.

“School of STEM Universitas Prasetiya Mulya mengedepankan kekuatan stempreneurship (bisnis yang digerakkan oleh STEM). Pendekatan ini kami rancang untuk mencetak lulusan dengan DNA bisnis yang kuat, sekaligus memiliki penguasaan keterampilan teknis yang relevan dengan kebutuhan industri. Kolaborasi dengan FMIPA UGM memperkaya dimensi akademik dan riset dalam ekosistem pembelajaran kami,” ujarnya dalam keterangannya, Jumat (9/10/2026).

Ilustrasi pembelajaran berbasis teknologi informasi dan sistem siber-fisik sebagai gambaran program International Joint Degree konsentrasi Industrial Informatics Universitas Prasetiya Mulya dan UGM. (Foto: Ist)

Sementara itu, Dekan FMIPA UGM Prof. Reza Pulungan menilai kerja sama tersebut memperluas pengalaman belajar mahasiswa melalui penggabungan riset akademik dan pendekatan industri.

“Kemitraan ini menjadi langkah strategis untuk menghadirkan pendidikan yang lebih relevan dengan tantangan masa depan. Dengan menggabungkan kekuatan riset FMIPA UGM dan pendekatan industri yang dimiliki Universitas Prasetiya Mulya, kami berharap mahasiswa memperoleh kompetensi yang dibutuhkan untuk menjadi peneliti, inovator, maupun profesional yang mampu menciptakan dampak bagi perkembangan sains, teknologi, dan industri.” katanya (9/10/2026).

Dari sisi kurikulum, program ini mengacu pada standar internasional Software Engineering Body of Knowledge (SWEBOK) dan Association for Computing Machinery Computer Science Curricula 2023 (ACM CS2023). Selain berfokus pada rekayasa perangkat lunak, pembelajaran juga mengintegrasikan teknologi informasi (information technology/IT) dan teknologi operasional (operational technology/OT). Mahasiswa juga berkesempatan mendalami bidang Industrial AI dan Data Engineering serta mengikuti Co-Op penuh waktu di perusahaan manufaktur maupun teknologi.

Adapun lulusan program ini diproyeksikan dapat mengisi sejumlah posisi, antara lain Industrial Software Engineer, Industrial Data Specialist, Cyberphysical & Infrastructure Engineer, dan Digital Technopreneur. Selain memasuki dunia kerja, mereka juga dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang magister maupun doktor.

Kerja sama kedua perguruan tinggi tersebut ditandatangani di Kampus UGM, Yogyakarta, pada 11 Desember 2025. Sementara itu, penerimaan mahasiswa baru program ini dikelola oleh Universitas Prasetiya Mulya dan UGM. (*)

LAINNYA