KOLOM | TD — Magang di sekolah merupakan salah satu komponen penting dalam kurikulum mahasiswa Fakultas Keguruan, termasuk di FKIP Universitas Muhammadiyah Tangerang. Program magang ini terbagi menjadi tiga tahap: Magang I, II, dan III. Secara umum, tujuan pelaksanaan magang di sekolah adalah untuk memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam mengenal budaya dan kultur sekolah, menguasai perangkat pembelajaran, menyusun modul pembelajaran, serta mendapatkan kesempatan praktik mengajar di bawah bimbingan guru pamong. Selain itu, mahasiswa juga dilatih untuk menyusun laporan magang dengan baik. Di FKIP UMT, setiap kelompok magang terdiri dari sekitar sepuluh mahasiswa yang didampingi oleh seorang Dosen Pembimbing Magang (DPM).
Pada Tahun Akademik 2024-2025, saya ditunjuk sebagai DPM untuk peserta Magang I di SDN Pasarkemis 3, yang berlokasi di Jalan Taman Kota Jayakarta, Kampung Picung, RT 001/RW 005, Kelurahan Pasarkemis, Kecamatan Pasarkemis, Kabupaten Tangerang, Banten. Kepala sekolah SDN Pasarkemis 3 adalah Bapak Aan Tartika, S.Pd., S.Si. Beliau menunjuk Muhammad Irvan Anas Fahrudin, S.Pd., sebagai guru pamong bagi para mahasiswa magang. Sebagai DPM, tugas saya meliputi mengantarkan dan menjemput mahasiswa ke sekolah, berkomunikasi dengan kepala sekolah dan guru pamong, serta memberikan arahan dan dukungan kepada mahasiswa saat menghadapi kendala. Saya juga membimbing mereka dalam menyusun laporan magang.
Saat sesi perkenalan dengan guru pamong, saya mendapatkan kejutan yang menyenangkan. Ternyata, Bapak Muhammad Irvan Anas Fahrudin adalah alumni FKIP UMT. Saya tidak menyadarinya sebelumnya karena beliau merupakan lulusan Program Studi PGSD, sementara saya mengajar di Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI). Kejutan ini semakin bertambah ketika saya mengetahui bahwa tidak hanya Pak Irvan, tetapi juga beberapa guru lainnya di SDN Pasarkemis 3 adalah alumni FKIP UMT, seperti Asep Hidayatullah, S.Pd. (ASN), Melisa Setianingsih, S.Pd. (P3K), dan Adinda Ayuning Dewanti Putri, S.Pd. (Honorer yang sudah terdaftar di Dapodik dan lulus PPG).
Dalam acara ramah tamah dengan para guru, beberapa guru senior mengucapkan terima kasih kepada saya. Saya merasa heran, mengapa mereka berterima kasih padahal baru saja bertemu. Ternyata, anak-anak mereka juga merupakan lulusan UMT. Salah seorang guru menjelaskan dengan wajah bahagia, “Anak saya lulusan UMT, sekarang jadi guru di sekolah lain, dan yang kedua lulusan Prodi Pendidikan Bahasa Inggris, bekerja di perusahaan Korea.” Kebahagiaan mereka menular kepada saya, dan senyum saya pun merekah.
Saat penjemputan mahasiswa, meskipun hanya di kantor kepala sekolah, saya meminta izin kepada Bapak Aan Tartika untuk mengadakan acara secara formal. Tujuannya adalah agar para mahasiswa dapat berlatih sebagai tim pembawa acara. Dalam pidatonya, Bapak Kepala Sekolah mengucapkan terima kasih kepada pihak UMT karena telah memilih SDN Pasarkemis 3 sebagai tempat magang mahasiswa. Beliau berharap agar kerjasama ini dapat berlanjut di masa depan. Bapak Aan juga menyampaikan bahwa banyak alumni SDN Pasarkemis 3 yang merupakan alumni UMT dan telah sukses dalam karir mereka. Beliau menambahkan, “Anak saya juga lulusan PGSD FKIP UMT dan sudah menjadi guru. Ketika mengikuti tes PPG, nilai putri saya sangat tinggi. Tentu ada andil UMT di sana.” Bapak Kepala Sekolah juga memberikan semangat kepada para peserta magang, “Dari permintaan Ibu Dosen agar mahasiswa menjadi pembawa acara, saya dapat menilai bahwa Anda sudah berkuliah di tempat yang tepat. UMT akan menjadikan Anda guru yang hebat!”
Dalam pidato tersebut, Bapak Kepala Sekolah juga menyampaikan bahwa SDN Pasarkemis 3 termasuk sekolah berprestasi. Sekolah ini terpilih sebagai Sekolah Adiwiyata Tingkat Nasional Tahun 2024. Ketika Pemda Kabupaten Tangerang mengikuti lomba yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Banten, SDN Pasarkemis 3 menjadi sekolah model dari pihak Kabupaten Tangerang, dan masih banyak prestasi lainnya.
Guru pamong memberikan apresiasi kepada mahasiswa yang mengikuti Program Magang I dengan semangat. Program magang ini sangat bermanfaat, karena ilmu yang didapat di kampus tidaklah cukup tanpa pengalaman langsung di sekolah. Diperlukan wawasan, pengalaman, empati terhadap peserta didik, serta kemampuan untuk mengaplikasikan teori pembelajaran dalam praktik mengajar. Oleh karena itu, Program Magang adalah langkah yang tepat bagi mahasiswa calon guru.
Kegiatan Magang I ditutup dengan penyusunan laporan magang. Peserta magang yang saya dampingi terdiri dari 11 mahasiswa Prodi Guru Sekolah Dasar (PGSD), yaitu: Muhamad Rafli (ketua), Dinda Aulia, Hajja Hannifa Baalqish, Siti Sutiawati, Siti Maemunah, Trinitatis Waruwu, Salsa Nabila, Nia Apriliya, Dinie Fatimatul Zahra, Nurcika Fadhilah Zahrah, dan Retno Anggraeni Setia Ningrum. Salam dan peluk cium (dengan Rafli hanya salam) yang saya berikan kepada para mahasiswa Semester III, Prodi PGSD, FKIP, UMT, menumbuhkan rasa kedekatan di antara kami. “Apapun kendalanya nanti, wajib meraih gelar S.Pd.,” pesan saya kepada mereka.
Penulis: Ismalinar, Dosen Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Tangerang. (*)