Padi Organik PS-08, Varietas Unggul Banten Siap Jadi Lumbung Padi Nasional

waktu baca 2 minutes
Kamis, 12 Feb 2026 16:46 0 Nazwa

PANDEGLANG | TD – Varietas padi organik PS-08, yang termasuk padi unggul, kini telah berhasil dikembangkan di Provinsi Banten. Padi ini merupakan hasil persilangan dari beberapa galur padi unggulan.

Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten, Agus M. Tauchid, menyampaikan bahwa panen perdana varietas PS-08 dilakukan di lahan seluas 753 hektare di Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang. Padi ini tergolong organik dan termasuk dalam kategori bibit unggul.

“Alhamdulillah, hari ini kita menyaksikan panen raya padi organik varietas PS-08,” ujar Agus pada Rabu (11/2/2026).

Ke depannya, PS-08 diharapkan menjadi varietas padi unggulan nasional yang dapat diandalkan. Varietas ini dikembangkan oleh Yayasan Bhakti Bela Negara melalui persilangan beberapa padi unggulan.

Agus menambahkan, “Hasil koordinasi dengan Yayasan Bhakti Bela Negara, varietas ini akan dikembangkan lebih luas. Secara teknis, galur PS-08 juga akan segera didaftarkan untuk proses sertifikasi benih unggul nasional.”

Penanaman PS-08 di Banten dilakukan untuk pertama kali sebagai percontohan. Yayasan Bhakti Bela Negara memilih Banten karena beberapa wilayah lain, seperti Karawang, sudah banyak mengalami alih fungsi lahan menjadi kawasan industri.

Program ini juga didukung oleh pemerintah pusat, yang menetapkan Banten sebagai salah satu lumbung padi nasional sekaligus lokasi pengembangan varietas PS-08.

Ketua Yayasan Bhakti Bela Negara, Seno Adjie, berharap dukungan masyarakat, Pemprov Banten, dan pemerintah pusat untuk keberhasilan program ini. Ia menjelaskan bahwa Pemkab Pandeglang siap menyediakan lahan sawah seluas 50 ribu hektare untuk kerja sama penanaman.

Namun, yayasan akan memulai pengelolaan secara bertahap, dimulai dari 3 ribu hektare. Tahap pertama, penanaman telah dilakukan pada 753 hektare lahan.

Menurut Seno, “Keunggulan PS-08 antara lain tahan terhadap perubahan cuaca, hama, dan produktivitasnya bisa mencapai lebih dari 10 ton per hektare.”

Ke depannya, Yayasan Bhakti Bela Negara akan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk meningkatkan hasil panen. Sementara itu, jaringan konsumen tetap telah disiapkan agar petani tidak mengalami kendala distribusi.

“Petani ingin hasil panen mereka cepat terserap, dan kami memastikan hal itu,” pungkasnya. (*)

LAINNYA