Kurma menjadi pilihan ideal untuk mengawali buka puasa karena kandungan gula alaminya membantu memulihkan energi, sekaligus memberikan nutrisi penting bagi tubuh setelah seharian berpuasa. (Foto: Freepik @azerbaijan_stockers)KESEHATAN | TD – Bulan Ramadan selalu identik dengan tradisi berbuka puasa. Salah satu anjuran yang paling dikenal adalah memulai buka puasa dengan kurma. Anjuran ini bukan sekadar kebiasaan turun-temurun, tetapi memiliki dasar yang kuat, baik dari sisi sunnah maupun kesehatan. Kurma dikenal sebagai buah yang kaya nutrisi, mudah dicerna, dan mampu membantu tubuh beradaptasi setelah seharian menahan lapar dan dahaga.
Mengembalikan Energi dengan Cepat
Setelah berpuasa berjam-jam, kadar gula darah cenderung menurun. Kurma mengandung gula alami seperti glukosa dan fruktosa yang mudah diserap tubuh. Konsumsi kurma saat berbuka membantu mengembalikan energi secara cepat tanpa membebani sistem pencernaan. Inilah sebabnya kurma terasa “ringan” namun efektif mengatasi rasa lemas.
Ramah bagi Sistem Pencernaan
Lambung yang kosong sepanjang hari membutuhkan asupan yang lembut dan mudah dicerna. Tekstur kurma yang lunak serta kandungan serat alaminya membantu sistem pencernaan bekerja secara bertahap. Ini dapat mengurangi risiko kembung atau rasa tidak nyaman yang sering muncul jika langsung mengonsumsi makanan berat.
Membantu Menstabilkan Gula Darah
Meski manis, kurma memiliki indeks glikemik yang relatif moderat jika dikonsumsi dalam jumlah wajar. Artinya, kenaikan gula darah terjadi lebih stabil dibandingkan gula sederhana dari minuman manis. Dengan demikian, tubuh mendapatkan energi tanpa lonjakan gula darah yang drastis.
Kaya Nutrisi Penting
Kurma mengandung berbagai vitamin dan mineral seperti kalium, magnesium, zat besi, serta antioksidan. Nutrisi ini berperan penting dalam menjaga fungsi otot, kesehatan jantung, hingga daya tahan tubuh. Mengonsumsi kurma saat berbuka menjadi cara sederhana untuk mengisi kembali nutrisi yang dibutuhkan tubuh.
Mengikuti Sunnah Rasulullah ﷺ
Selain manfaat kesehatan, berbuka dengan kurma merupakan sunnah yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad ﷺ. Mengamalkan sunnah tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga membawa hikmah bagi kesehatan. Kurma menjadi simbol keseimbangan antara aspek spiritual dan fisik dalam menjalani Ramadan.
Lonjakan Gula Darah
Kurma memang sehat, tetapi tetap mengandung gula alami. Jika dikonsumsi berlebihan, terutama dalam sekali waktu, kadar gula darah dapat meningkat tajam. Hal ini perlu diperhatikan, khususnya bagi penderita diabetes atau mereka yang sensitif terhadap perubahan gula darah.
Gangguan Pencernaan
Kandungan serat yang tinggi pada kurma bermanfaat bagi pencernaan. Namun, konsumsi berlebihan justru bisa memicu rasa kembung, begah, atau bahkan diare. Tubuh memerlukan keseimbangan, bukan asupan berlebih dalam waktu singkat.
Asupan Kalori Berlebih
Kurma termasuk buah yang padat kalori. Mengonsumsi terlalu banyak dapat meningkatkan total kalori harian secara signifikan. Jika tidak diimbangi dengan pola makan dan aktivitas fisik yang baik, hal ini bisa berdampak pada kenaikan berat badan.
Berbuka puasa dengan kurma bukan sekadar tradisi, melainkan anjuran yang sarat makna. Kurma membantu tubuh memulihkan energi, menjaga pencernaan tetap nyaman, sekaligus menghadirkan nilai ibadah melalui sunnah. Meski demikian, prinsip moderasi tetap penting. Mengonsumsi kurma dalam jumlah wajar akan memberikan manfaat optimal tanpa menimbulkan efek samping. Ramadan sejatinya mengajarkan keseimbangan—dalam ibadah, pola hidup, dan cara kita memenuhi kebutuhan tubuh. (Nazwa)